Program NUSAQU Hadirkan Green Qurban untuk Wilayah 3T
Jakarta, NU Media Jati Agung ā Program NUSAQU yang diluncurkan NU Care-LAZISNU PBNU menghadirkan konsep Green Qurban untuk menyasar wilayah 3T, daerah bencana, dan konflik menjelang Idul Adha 1447 H.
Peluncuran ini berlangsung di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026), bersamaan dengan kegiatan Halal Bihalal Poroz.
Peluncuran Program NUSAQU di Gedung PBNU
NU Care-LAZISNU secara resmi meluncurkan program Nusantara Berqurban (NUSAQU): Qurban Mendamaikan 1447 H sebagai bagian dari persiapan Idul Adha.
Program ini menargetkan masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan ekonomi dan akses distribusi kurban.
Sekretaris LAZISNU PBNU, Moesafa, menegaskan bahwa program ini hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah rentan.
“Terkait program qurban, kita sama-sama tahu masih banyak masyarakat, terutama di daerah bencana dan konflik, yang membutuhkan perhatian. Karena itu, LAZISNU perlu hadir mendampingi agar mereka tetap bisa merayakan Idul Adha dengan baik,ā ujarnya.
Program NUSAQU Jawab Dampak Konflik Global
Selain itu, Moesafa menyoroti dampak konflik global yang memengaruhi stabilitas ekonomi hingga ke masyarakat lapisan bawah.
Oleh karena itu, Program NUSAQU hadir untuk memastikan masyarakat tetap merayakan Idul Adha dengan damai.
“Pada sisi lain konflik global akan berdampak pada negara kita sampai tingkat paling bawah. Kita perlu membersamai masyarakat bawah ini agar bisa Hari Raya Idul Adha secara damai,ā lanjutnya.
Dengan demikian, Program NUSAQU tidak hanya berfokus pada distribusi kurban, tetapi juga menghadirkan ketenangan sosial di tengah kondisi global yang belum stabil.
Green Qurban Jadi Konsep Utama Program NUSAQU
Melalui Program NUSAQU, LAZISNU mengusung konsep Green Qurban atau kurban ramah lingkungan. Konsep ini mendorong penggunaan bahan alami serta pengelolaan limbah secara berkelanjutan.
“Penggunaan dan tata kelola yang kami lakukan lebih kepada instrumen yang ramah lingkungan. Misalnya, kotoran hewan tidak langsung dibuang ke saluran air, tetapi dikelola menjadi pupuk maupun biogas,ā ujarnya.
Selain itu, LAZISNU juga mengganti kemasan plastik dengan besek bambu dan daun yang mudah terurai. Oleh sebab itu, konsep ini menjadi solusi ramah lingkungan dalam pelaksanaan kurban.
“Nah, ini yang kami katakan sebagai Green Qurban,ā jelasnya
Kementerian Agama Dukung Green Qurban
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Waryono Abdul Ghafur, menyampaikan dukungannya terhadap Program NUSAQU.

“Iya, kebetulan kami punya Asta Protas, ada delapan program prioritas Menteri Agama, salah satunya ekoteologi. Jadi bagaimana program-program kita, tempat-tempat ibadah kita itu ramah dengan lingkungan,ā jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan air dalam praktik keagamaan.
“Yang paling mendasar dalam kitab fikih itu selalu didahului dengan Kitabut Thaharah, kan? Nah, di antaranya kebersihan air. Air itu adalah asasul hayah, kebutuhan untuk ibadah itu yang pertama air, untuk hidup juga air,ā ujar Waryono.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pengelolaan limbah kurban yang buruk dapat mencemari air.
“Kalau airnya kotor dengan kotoran hewan yang tidak di-manage, berarti tidak bisa untuk wudhu, tidak bisa untuk dikonsumsi. Jadi sangat terkait,ā tambahnya.
Sasaran Program NUSAQU dan Skala Distribusi
Program NUSAQU menyasar masyarakat di wilayah 3T, kantong kemiskinan, pesantren, serta daerah terdampak bencana dan konflik kemanusiaan seperti Palestina.
Selain itu, program ini juga bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan mempererat ukhuwah antarumat Muslim.
LAZISNU akan melaksanakan program ini melalui 236 jaringan di 25 provinsi dan 14 negara. Dengan demikian, distribusi kurban dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
Pilihan Paket Kurban dalam Program NUSAQU
NU Care-LAZISNU menyediakan berbagai pilihan paket kurban bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam Program NUSAQU.
Kategori kambing atau domba tersedia mulai Rp3.000.000, sedangkan sapi mencapai Rp70.000.000 untuk wilayah Palestina.
Selain itu, tersedia opsi 1/7 sapi dengan harga Rp3.000.000. Seluruh paket sudah mencakup perawatan, pemotongan, serta distribusi ke wilayah sasaran.
Oleh karena itu, masyarakat dapat menyalurkan kurban melalui Program NUSAQU untuk memastikan pelaksanaan yang amanah, sesuai syariat, dan ramah lingkungan. (ARIF)
Sumber: NU OnlineĀ

