NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Pola Hidup Sehat Sejak Muda Kurangi Risiko Stroke Berat

Jakarta, NU Media Jati Agung Dokter spesialis neurologi lulusan Universitas Indonesia, dr. Bambang Tri Prasetyo, Sp.N, Subsp. NIOO(K), FINS, FINA, menjelaskan bahwa menjaga pola hidup sehat sejak muda memberi manfaat besar untuk mencegah stroke berat di usia lanjut.

“Kalau yang dijaga pola hidup sehat dari muda memang kan berarti kondisi pembuluh darah dan jaringan otak mungkin akan lebih ‘tidak seberat’ yang tidak menjaga,” kata Bambang dalam diskusi kesehatan daring yang diikuti di Jakarta, Selasa, (28/10/2025).

Menurutnya, orang yang menerapkan kebiasaan sehat sejak muda akan memiliki metabolisme yang baik. Jaringan tubuh pun tetap kuat hingga usia tua. Dengan cara itu, risiko komplikasi saat stroke dapat turun secara signifikan.

Kebiasaan Baik yang Jaga Tubuh Tetap Stabil

Tubuh dapat tetap stabil bila seseorang menjaga pola makan sejak muda. Ia juga perlu mengontrol kolesterol dan menjaga gula darah tetap normal.

Selain itu, menghindari rokok dan mengelola stres kerja juga sangat penting. Kedua hal tersebut mendukung tubuh agar tetap sehat dan kuat.

Dengan kebiasaan sehat itu, daya tahan tubuh meningkat terhadap penyakit degeneratif seperti stroke.

Faktor Usia Pengaruhi Pemulihan Pasien Stroke

dr. Bambang menjelaskan bahwa usia di atas 70 tahun membuat serangan stroke cenderung lebih berat. Hal itu terjadi karena pengecilan jaringan otak atau atrofi. Kondisi ini membuat terapi sulit memberi hasil optimal.

Usia lanjut juga memengaruhi elastisitas pembuluh darah. Semakin tua seseorang, pembuluh darah makin kaku. Proses pemulihan pun berjalan lebih lambat dibanding pasien berusia di bawah 50 tahun.

“Dengan faktor umur sebenarnya yang tidak bisa kita ubah adalah mulai contoh kalau dari pembuluh darah kekakuannya, atau kita biasanya mendapatkan pasien-pasien usia lanjut yang stroke itu ada atherosklerotik atau kekakuan dari pembuluh darah. Nah jadi istilahnya faktor pemulihan memang kita ga bisa bedakan terlalu jelas tapi yang usianya lebih lanjut ya pasti akan lebih lama,” ujar Bambang.

Perawatan Stroke Sesuai Usia dan Kondisi Pasien

Pada pasien stroke berusia di atas 80 tahun, dokter umumnya tidak menganjurkan pengobatan agresif. Mereka fokus menjaga tekanan darah agar tetap stabil.

Bambang menuturkan bahwa di Indonesia, perempuan lebih mampu bertahan hingga usia lanjut setelah stroke. Banyak pasien perempuan yang bertahan hingga usia 95 tahun ke atas. Sementara itu, pria rata-rata bertahan hingga usia 85–90 tahun.

Deteksi Dini dan Konsultasi Medis Sangat Penting

Bambang mengingatkan masyarakat agar segera berkonsultasi dengan dokter penyakit dalam jika memiliki faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau gangguan ginjal.

“Karena stroke umumnya terjadi karena faktor risiko yang tidak terkontrol. Mau di usia berapa pun, itu harus tetap dijaga,” kata Bambang.

Ia menekankan pentingnya kesadaran menjaga tubuh sejak muda. Dengan pola hidup sehat, seseorang bisa menekan risiko stroke berat. Kualitas hidup pun tetap terjaga hingga masa tua. (ARIF)