Tiga Calon Kepala Desa Siap Berkompetisi, Panitia Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas dan Sportivitas
Lampung Selatan, NU Media Jati Agung – Panitia Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (Pilkades PAW) Desa Kertosari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan, terus mematangkan persiapan menjelang pemungutan suara pada 11 November 2026 mendatang.
Ketua Panitia Pelaksana Pilkades PAW Desa Kertosari, Eko Hariyudi, mengatakan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai jadwal.
Saat ini, panitia fokus menyiapkan lokasi pemilihan, administrasi pemilih, dan perlengkapan pemungutan suara.
Eko menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai NU Media Jati Agung di Balai Desa Kertosari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan, pada Selasa (3/11/2026).
Menurutnya, panitia telah menyiapkan mekanisme dan lokasi pemilihan.
Persiapan tersebut bertujuan menjaga ketertiban, keamanan, dan kondusivitas desa selama proses pemilihan.
“Persiapan panitia, kita sudah mempersiapkan diri, kesehatan fisik untuk menghadapi pemilihan Kepala Desa PAW Desa Kertosari tahun 2026 ini. Kami sebagai panitia sudah mempersiapkan mekanisme ataupun tempat yang sudah kami sediakan untuk menjaga kondusivitas Desa Kertosari,” ujar Eko, pada Selasa (03/112026) di kantor balai desa kertosari.
Tiga Calon Ditetapkan Setelah Enam Orang Mendaftar
Dalam proses penjaringan bakal calon kepala desa, Eko menjelaskan bahwa enam orang mengikuti tahapan pendaftaran.
Seluruh pendaftar menjalani proses seleksi, mulai dari pemeriksaan berkas hingga tes tertulis.

Setelah melalui tahapan tersebut, panitia menetapkan tiga calon kepala desa. Ketiganya telah memperoleh surat keputusan (SK) dari Bupati Lampung Selatan, masing masing nya yaitu: Koko Nugroho, Siswo Handoko dan Sarwad.
“Calon yang sudah ditetapkan yang sudah keluar SK dari bupati itu tiga calon. Yang dari awal pendaftaran balon Pilkades PAW itu adalah enam orang. Kita menjaring melalui mekanisme pendaftaran, seleksi berkas, terus pemberkasan, dan terakhir itu ada tes tertulis,” jelasnya.
Penetapan tiga calon menjadi bagian penting dalam tahapan Pilkades PAW. Masyarakat yang memiliki hak pilih kini dapat mengenali calon pemimpin yang akan menentukan arah pembangunan Desa Kertosari.
Panitia Tetapkan 151 Pemilih dari Delapan Unsur Masyarakat
Sementara itu, Panitia menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 151 orang. Penyusunan daftar tersebut melibatkan delapan unsur masyarakat sebagai representasi kelompok di Desa Kertosari.
Delapan unsur tersebut meliputi tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidikan, kelompok tani, tokoh perempuan, pengrajin, kelompok masyarakat budaya, serta aparatur desa.
Eko menjelaskan bahwa panitia telah menyerahkan DPT kepada masing-masing calon.
Penyerahan tersebut juga dilengkapi berita acara yang ditandatangani secara langsung.
“DPT yang ditetapkan itu berjumlah 151. Untuk DPT sampai saat ini sudah diterima oleh masing-masing calon dan itu sudah ada berita acara penandatanganan secara langsung. Jadi masing-masing calon sudah memegang DPT dan mengetahui siapa yang bakal memilih untuk Pilkades PAW ini,” ungkapnya.
Menurut Eko, penetapan DPT menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan pemilihan. Panitia berharap seluruh pihak memahami daftar pemilih yang telah disepakati.
Pemungutan Suara Dimulai Pukul 08.00 WIB
Panitia menjadwalkan pemungutan suara di Balai Desa Kertosari pada Rabu, 11 November 2026. Kegiatan akan dimulai pukul 08.00 WIB.
Eko menyampaikan bahwa panitia menargetkan pemungutan suara selesai sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah istirahat makan siang, panitia akan melanjutkan kegiatan dengan penghitungan suara.
Saat ini, panitia juga menyiapkan kartu undangan bagi para pemilih dan surat suara. Selain itu, panitia merencanakan pemasangan banner yang memuat informasi ketiga calon sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat.
Panitia Tekankan Netralitas dan Antisipasi Konflik
Eko mengingatkan seluruh panitia dan aparatur pemerintah desa agar menjaga netralitas selama tahapan Pilkades PAW berlangsung.
Ia juga menjelaskan langkah panitia dalam menghadapi kemungkinan persoalan atau gangguan. Panitia akan mengutamakan musyawarah dan koordinasi dengan pihak terkait.
“Kita akan diskusikan atau kita akan rembug, kita akan melaporkan semua kejadian itu karena panitia desa juga mempunyai atasan panitia kecamatan ataupun kabupaten. Jadi kita akan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, baik pihak keamanan, TNI atau Polri,” tegasnya.
Panitia juga akan berkoordinasi dengan unsur keamanan apabila muncul persoalan yang berpotensi mengganggu jalannya pemilihan.
Langkah tersebut bertujuan menjaga situasi tetap kondusif. Panitia berharap setiap persoalan dapat diselesaikan melalui mekanisme dan koordinasi yang tepat.
Eko Ajak Calon dan Masyarakat Utamakan Persatuan
Menjelang pemungutan suara, Eko mengajak ketiga calon kepala desa mengedepankan sportivitas.
Ia juga meminta seluruh calon ikut menjaga keamanan dan menghormati proses demokrasi di Desa Kertosari.
“Pesan untuk masing-masing calon, supaya saling menjaga sportivitas, saling menjaga keamanan kondisi di wilayah masing-masing supaya tidak terjadi konflik yang berkepanjangan. Karena apa pun bentuknya ini adalah Desa Kertosari,” tuturnya.
Eko juga mengajak seluruh masyarakat yang masuk dalam DPT menggunakan hak pilih secara sadar dan tanpa tekanan.
Ia berharap masyarakat memilih berdasarkan hati nurani. Dengan demikian, siapa pun calon yang terpilih dapat memperoleh dukungan masyarakat untuk membangun Desa Kertosari.
Pilkades PAW bukan sekadar proses memilih kepala desa. Momentum ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperkuat persatuan, kedewasaan berdemokrasi, dan semangat gotong royong.
Melalui persiapan yang terus berjalan, panitia berharap pemungutan suara pada 11 November 2026 berlangsung aman, lancar, dan transparan.
Panitia juga berharap proses tersebut menghasilkan pemimpin yang mampu membawa kemajuan bagi masyarakat Desa Kertosari. (Erwin indra saputra).

