Pengajian Umum Peringati Maulid Nabi dan Milad ke-10
Lampung Selatan, NU Media Jati Agung— Pengajian Umum Pondok Pesantren Ar-Rohman dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Milad ke-10 berlangsung di halaman Pondok Pesantren Ar-Rohman, wilayah Priangan, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu malam, 9 September 2026.
Kegiatan mulai berlangsung pukul 19.30 WIB atau ba’da Isya. Selain memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga menjadi ungkapan syukur atas perjalanan Pondok Pesantren Ar-Rohman yang telah memasuki usia satu dekade.
Kyai Fatkhur Rohman Jelaskan Tujuan Maulid
Pimpinan Pondok Pesantren Ar-Rohman, Kyai Fatkhur Rohman, menjelaskan tujuan utama peringatan Maulid Nabi.
Menurutnya, kegiatan tersebut mengajak umat Islam mengingat tuntunan dan keteladanan Rasulullah SAW.
“Yang jelas tujuannya kita untuk selalu mengingat semua apa yang dilakukan oleh tuntunan kita Kanjeng Nabi Muhammad, supaya kita semua ini umat Islam selalu bisa meneladani beliau. Itu tujuan yang pokok.”ungkapnya.
Makna Maulid Nabi sebagai Momentum Perubahan
Kyai Fatkhur Rohman juga menjelaskan makna kelahiran Nabi Muhammad SAW bagi umat Islam.
Ia menilai Maulid Nabi menjadi momentum untuk mengingat perubahan dari zaman kegelapan menuju kehidupan yang terang.
Kelahiran Nabi Membawa Era Baru
“Makna Maulid Nabi adalah satu momen yang sangat luar biasa. Dengan ada Maulid Nabi atau lahirnya Kanjeng Nabi, ini satu momen yang luar biasa. Yang artinya lahir era yang baru dari zaman kegelapan ke zaman yang terang benderang.”jelasnya.
Karena itu, kegiatan Maulid Nabi tidak hanya menghadirkan rangkaian acara keagamaan. Pengajian Umum tersebut juga mengajak umat memahami perjuangan Rasulullah SAW dan menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Pengajian Umum Perkuat Pendidikan Keagamaan Santri
Selain pengajian, panitia juga menggelar tasyakur khotmil Qur’an bil ghoib 5 juz, Juz Amma, serta Khatam Kitab Alfiyah Ibnu Malik ke-2.
Khotmil Al-Qur’an dan Alfiyah Ibnu Malik
Rangkaian tersebut memperkuat kegiatan pendidikan keagamaan para santri.
Melalui kegiatan itu, pesantren mendorong santri meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan ilmu agama.
Selanjutnya, panitia membuka acara dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan khotmil Kitab Alfiyah Ibnu Malik dan khotmil Al-Qur’an.
Kemudian, panitia menggelar doa khotmil kitab dan Al-Qur’an serta sambutan. Setelah rangkaian tersebut, acara memasuki mahallul qiyam dan Mau’idzatul Hasanah yang dirangkaikan dengan salawat Nabi Muhammad SAW.
Kyai Fatkhur Rohman Berharap Pesantren Maju
Pada momentum Milad ke-10, Kyai Fatkhur Rohman berharap Pondok Pesantren Ar-Rohman terus berkembang.
Ia juga berharap para santri semakin istikamah dalam menuntut ilmu.
Harapan untuk Santri Ar-Rohman
“Harapannya supaya Ar-Rahman tambah istikhomah, tambah maju, dan santri-santri juga ngajinya lebih istikamah. Mudah-mudahan mereka semua nanti setelah selesai dari sini oleh Allah diratai mendapatkan ilmu yang manfaat barokah fiddini waddunya wal akhirah. Amin.”ujarnya.
Selain ilmu agama, Kyai Fatkhur Rohman menekankan pentingnya tata krama dan budi pekerti. Menurutnya, kedua hal tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang mulia.
“Intinya supaya bisa menjadi orang yang mulia, itu harus punya tata krama atau budi pekerti.” tegasnya.
Dengan demikian, pendidikan pesantren tidak hanya mendorong penguasaan ilmu agama. Pendidikan juga mengarahkan santri untuk membangun akhlak, tata krama, dan budi pekerti dalam kehidupan bermasyarakat.
Maulid Nabi Dorong Keteladanan dan Akhlak
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Ar-Rohman menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Selain itu, kegiatan tersebut mengajak santri dan masyarakat mengambil nilai keteladanan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
Pengajian Umum, salawat, khotmil Al-Qur’an, dan khatam kitab menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Melalui rangkaian tersebut, Pondok Pesantren Ar-Rohman terus mendorong semangat pendidikan keagamaan dan pembentukan akhlak santri.

