Sinergi Ulama dan Umara Perkuat Kegiatan Keagamaan
Lampung Selatan, NU Media Jati Agung — Pemerintah Desa Sinar Rejeki, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, terus menjalankan pengajian rutin Ahad Kliwon sebagai program keagamaan berkelanjutan.
Kegiatan ini memperkuat sinergi ulama dan umara serta melibatkan masyarakat dari sembilan dusun di desa setempat.
Pelaksanaan Pengajian itu berlangsung di Masjid Al-Ihsan, Dusun Sukamaju B, Desa Sinar Rejeki, pada Minggu (25/10/2026).
Diketahui, Kepala Desa Sinar Rejeki, Iwan Syamsuri, menginisiasi kegiatan tersebut setelah terpilih sebagai kepala desa. Selanjutnya, pemerintah desa menetapkannya sebagai salah satu program rutin.

Iwan mengatakan masyarakat menyambut positif kegiatan tersebut. Warga dari dusun yang menjadi tuan rumah maupun dusun lainnya turut menghadiri pengajian.
“Alhamdulillah pada siang hari ini kita di Desa Sinar Rejeki mengadakan pengajian rutin yaitu Ahad Kliwon bertempat di Dusun Sukamaju B. Tentu, warga masyarakat kita selama pengajian rutin ini yang saya lihat sangat antusias warganya,” ujar Iwan.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran warga yang berasal dari seluruh dusun.
Ia berharap pesan keagamaan dan sosial yang disampaikan para penceramah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Aparatur Desa Wajib Hadir dalam Pengajian
Untuk menjaga keberlangsungan program, Iwan menginstruksikan seluruh aparatur desa agar menghadiri pengajian Ahad Kliwon tersebut.
Instruksi ini mencakup kepala dusun, ketua RT, anggota perlindungan masyarakat (Linmas), hingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Pihaknya menilai kehadiran aparatur desa dapat menjadi teladan bagi masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan.
“Jadi, saya perintahkan seluruh aparatur desa wajib hadir dari kepala dusun, dari RT, Linmas, bahkan sampai ke BPD-nya. Supaya apa? Dilihat masyarakat kita bahwa benar-benar kita ini hadir,” katanya.
Iwan juga menyoroti dukungan para ulama dan kyai di Desa Sinar Rejeki. Menurutnya, hampir 90 persen ulama dan kyai setempat mendukung program tersebut.

Dukungan itu menjadi salah satu landasan bagi pemerintah desa untuk melanjutkan kegiatan pengajian secara rutin.
“Jadi, ulama-umara bersatu. Jadi, kemungkinan besar untuk apa namanya berhenti ataupun tidak ada lagi pengajian Ahad Kliwon ini sangat kecil, sangat kecil sekali, alhamdulillah,” ungkapnya.
Kyai Sahalludin Mahfudz Bahas Keutamaan Majelis Ilmu
Dalam pengajian kali ini, Kyai Muhammad Sahalludin Mahfudz, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Muta’alimin, menyampaikan tausiah tentang keutamaan menghadiri majelis ilmu, berzikir, dan membaca Al-Qur’an.
Dalam kajiannya, ia menjelaskan empat keutamaan berkumpul untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim.
Keutamaan tersebut meliputi ketenangan, rahmat Allah SWT, kehadiran para malaikat, serta penyebutan nama mereka oleh Allah SWT di hadapan makhluk-Nya.

Materi kajian itu mengajak masyarakat menjadikan majelis ilmu sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Selain memperkuat keimanan, kegiatan tersebut mendorong warga meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Sementara itu, Panitia mengawali acara dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Subhanul Wathon, dan Mars Lampung Selatan. Selain itu, dipenghujung pengajian Abah Yai Izhar memimpin doa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Iwan Syamsuri beserta jajaran pemerintah desa, Abah Yai Izhar, pengurus MWCNU Jati Agung, serta H. Tagor Pohan, S.E., M.M., selaku Direktur PT Agro Multiguna Sejati (AMS Group).
Anggota Banser, Ansor, Fatayat, Muslimat, dan masyarakat Desa Sinar Rejeki juga mengikuti pengajian tersebut.
Sedekah Payung dan Dorongan Mengamalkan Al-Qur’an
Selain pengajian, Pemerintah Desa Sinar Rejeki membagikan payung sebagai bentuk sedekah kepada masyarakat, khususnya kaum ibu yang menghadiri kegiatan.
Iwan menjelaskan bahwa pembagian payung telah menjadi kebiasaan dalam pengajian Ahad Kliwon.
Pada kegiatan kali ini, Kyai Sahalludin Mahfudz dan H. Tagor Pohan juga memberikan doorprize kepada peserta.
Iwan berharap peserta yang memperoleh hadiah Al-Qur’an dapat mempelajari dan mengamalkan isinya, bukan sekadar menyimpannya.
“Saya berharap kepada ibu-ibu tadi yang mendapatkan doorprize dari Abah Kyai Sahal bisa dipelajari, bisa diamalkan tentunya dengan belajar,” tuturnya.
Ia menambahkan, Desa Sinar Rejeki memiliki sekitar 12 pondok pesantren yang dapat menjadi tempat masyarakat belajar membaca dan memahami Al-Qur’an.
Selain itu, kegiatan semaan Al-Qur’an telah berjalan setiap awal pekan. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat membaca Al-Qur’an bersama hingga khatam.
Lebih lanjut Iwan berharap berbagai kegiatan keagamaan itu dapat mendorong masyarakat untuk istiqamah membaca dan mengamalkan Al-Qur’an.
Melalui pengajian Ahad Kliwon, Pemerintah Desa Sinar Rejeki berupaya menjaga tradisi keagamaan sekaligus mempererat hubungan antara ulama, pemerintah desa, dan masyarakat.
Dukungan para tokoh agama serta keterlibatan aparatur desa diharapkan menjaga keberlanjutan program tersebut. (Ahmad Royani,S.H.I.,)

