Senat Tetapkan Tiga Calon dalam Pemilihan Rektor Universitas Lampung
Bandar Lampung, NU Media Jati Agung Pemilihan Rektor Unila memasuki tahap berikutnya setelah Senat Universitas Lampung menetapkan tiga calon rektor melalui rapat senat tertutup di Ruang Sidang Rektorat Unila Lantai 2, Kamis (29/10/2026).
Penetapan tersebut berlangsung setelah 47 anggota senat mengikuti pemungutan suara untuk menentukan tiga kandidat dengan perolehan suara terbanyak.
Hasil Pemilihan Rektor Unila, Budiyono Raih Suara Terbanyak
Berdasarkan hasil rekapitulasi, Budiyono menempati posisi pertama dengan perolehan 22 suara. Selanjutnya, Prof. Warsito meraih 15 suara, sedangkan Prof. Asep Sukohar memperoleh 7 suara.
Sementara itu, tiga bakal calon lainnya, yakni Prof. Rudy, Prof. Hamzah, dan Prof. Anna, masing-masing mengantongi satu suara.
Berikut rincian hasil pemungutan suara Senat Unila:

Dengan hasil tersebut, Budiyono, Prof. Warsito, dan Prof. Asep Sukohar berhak melanjutkan proses pemilihan rektor ke tahap berikutnya.
Panitia Apresiasi Jalannya Pemungutan Suara
Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unila, Prof. Muhammad Akib, menyampaikan apresiasi atas jalannya proses pemungutan suara. Ia menilai seluruh pihak telah mengikuti tahapan tersebut dengan suasana kondusif.
“Hari ini sudah dilakukan dengan semangat kekeluargaan saya kira dengan cara yang elegan baik dari senat maupun dari bakal calon dan sudah terpilih tiga calon,” jelasnya.
Senat Unila Tunggu Jadwal Pemilihan dari Kementerian
Sementara itu, Ketua Senat Unila, Prof. Herpratiwi, menjelaskan bahwa pihak universitas masih menunggu arahan pemerintah pusat terkait jadwal pelaksanaan tahapan selanjutnya.
Menurutnya, Senat Unila akan mengikuti jadwal pemilihan sesuai keputusan kementerian.
“Tahapan selanjutnya pemilihan. Pemilihan jadwalnya menunggu dari Kementerian. Jadi kita tinggal menunggu. Beliau menetapkan tanggal berapa, kami harus siap mengikuti itu,” pungkasnya.
Dengan demikian, proses Pemilihan Rektor Unila akan berlanjut setelah pihak kementerian menentukan jadwal pelaksanaan pemilihan berikutnya. (Khairil Ambri)

