Bandar Lampung, NU Media Jati Agung – Pemerintah Kota Bandar Lampung terus mendorong pelayanan kesehatan puskesmas agar semakin berkualitas.
Melalui Dinas Kesehatan, pemerintah menggelar lomba puskesmas berprestasi dan lomba konten media sosial kesehatan untuk meningkatkan inovasi serta mutu pelayanan kepada masyarakat.
Pemerintah juga memasukkan program tersebut ke dalam rangkaian peringatan HUT ke-344 Kota Bandar Lampung.
Pemkot Bandar Lampung Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Puskesmas
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, mengatakan pemerintah mengadakan dua perlombaan untuk memacu seluruh puskesmas meningkatkan kualitas pelayanan.
Selain itu, kegiatan tersebut mendorong setiap puskesmas menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan menetapkan sejumlah aspek penilaian. Tim penilai menilai capaian program, kualitas pelayanan, serta inovasi yang setiap puskesmas kembangkan.
“Salah satu upaya kami mendorong puskesmas agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan dengan gelaran lomba puskesmas berprestasi dan lomba konten media sosial kesehatan antar-puskesmas.”
Muhtadi menjelaskan perlombaan tersebut tidak hanya meramaikan peringatan HUT ke-344 Kota Bandar Lampung.
Kegiatan itu juga membangun semangat seluruh puskesmas agar terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Penilaiannya lomba tersebut meliputi capaian program, kualitas pelayanan, hingga inovasi yang dilakukan masing-masing puskesmas.”

Lomba Edukasi Kesehatan Jadi Agenda Tahunan
Muhtadi menegaskan Dinas Kesehatan akan menggelar kegiatan tersebut setiap tahun. Pemerintah juga memberikan apresiasi kepada puskesmas yang mampu menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Selain itu, Dinas Kesehatan menggelar lomba konten media sosial dengan tema edukasi kesehatan masyarakat.
“Selain lomba puskesmas berprestasi, kami juga menggelar lomba media sosial dengan tema edukasi kesehatan masyarakat.”
Konten Edukasi Kesehatan Harus Orisinal
Muhtadi menjelaskan peserta dapat mengirimkan video pendek, film pendek, maupun materi edukasi melalui YouTube dan berbagai media sosial lainnya. Setiap puskesmas wajib membuat seluruh karya secara orisinal.
“Materinya seputar kesehatan, seperti pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), pencegahan Tuberkulosis (TBC), atau publikasi kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan puskesmas. Semua karya harus orisinal dan dibuat langsung oleh puskesmas.”
Lebih lanjut, Muhtadi berharap seluruh puskesmas terus berinovasi. Selain meningkatkan mutu pelayanan, setiap puskesmas juga dapat memanfaatkan media digital untuk memperkuat edukasi kesehatan kepada masyarakat.
“Kami harap puskesmas dapat terpacu memberikan yang terbaik baik itu berinovasi maupun memberikan pelayanan kesehatan.”
(Ahmad Royani, S.H.I)

