Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

OMI 2026 Pesawaran Jadi Ajang Enam Siswa MIS Tahfidz Gerning Uji Kemampuan

Enam Siswa Terpilih Lewat Seleksi Madrasah

Pesawaran , NU Media Jati Agung — Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten Pesawaran menjadi kesempatan bagi enam siswa MIS Tahfidz Hidayatul Qur’an, Gerning untuk menguji kemampuan akademik sekaligus menambah pengalaman dalam kompetisi.

OMI 2026 tingkat Kabupaten Pesawaran ini diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung dan berlangsung di MAN 1 Pesawaran pada 7 hingga 9 September 2026.

Enam siswa siswi MIS Tahfidz Hidayatul Qur’an mengikuti kompetisi tersebut dengan penuh semangat dan optimisme.

Namun, bagi para peserta, OMI tahun ini juga menjadi pengalaman tersendiri karena mereka belum terbiasa mengikuti ujian berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT).

Hal tersebut disampaikan Kepala MIS Tahfidz Hidayatul Qur’an, Muhammad Afnan Afandi, S.E., saat diwawancarai NU Media Jati Agung melalui pesan WhatsApp, Rabu (9/9/2026).

Persiapan OMI Berjalan Bersamaan dengan Pembelajaran

Dalam menghadapi OMI 2026, pihak madrasah tidak memberikan persiapan khusus yang mengganggu kegiatan pembelajaran reguler.

Para siswa tetap mengikuti proses belajar mengajar di kelas. Selain itu, madrasah memberikan beberapa kali pertemuan tambahan bersama guru untuk mempelajari materi OMI dari tahun-tahun sebelumnya.

ā€œTidak ada persiapan khusus dari kami dalam menghadapi OMI saat ini. Para siswa tetap belajar reguler di kelas, namun ada beberapa kali pertemuan khusus dengan guru untuk mempelajari materi OMI tahun-tahun sebelumnya,ā€ jelas Afnan.

Enam Siswa Terpilih Melalui Seleksi Madrasah

Sementara itu, Enam peserta yang dikirim MIS Tahfidz Hidayatul Qur’an Gerning merupakan siswa siswi kelas 5 dan 6 yang dipilih melalui proses seleksi internal madrasah.

Seleksi tersebut diikuti sejumlah siswa siswi kelas 5 dan 6. Setelah melihat hasil tes dan mempertimbangkan sejumlah hal, dewan guru kemudian menetapkan enam siswa sebagai peserta OMI 2026.

ā€œAda seleksi peserta di madrasah yang diikuti beberapa siswa kelas lima dan enam. Setelah melihat hasil tes dan sejumlah pertimbangan, dewan guru sepakat menunjuk enam siswa sebagai peserta OMI 2026,ā€ ungkapnya.

Keenam peserta tersebut terdiri dari tiga siswa laki-laki dan tiga siswi perempuan.

Tiga siswa laki-laki yakni Ahmad Sulthan Asrofi dari kelas 5, M. Fatih Al Badawi dari kelas 5, dan Muhammad Hanin Mujtaba dari kelas 6A.

Sementara itu, tiga siswi yang mengikuti OMI yakni Syafiqotun Nafsi dari kelas 6B, Numi Musyarofah dari kelas 6B, dan Zara Nadia Akhyar dari kelas 5.

Tiga Siswa Ikuti IPAS, Tiga Siswi Bertanding Matematika

Dalam OMI 2026, tiga siswa MIS Tahfidz Hidayatul Qur’anĀ mengikuti bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS).

Sementara itu, tiga siswi lainnya mengikuti bidang Matematika.

Menurut Afnan, para peserta menunjukkan respons positif selama mengikuti kompetisi. Keenam siswa tersebut mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan optimisme.

ā€œPenuh semangat dan optimis,ā€ ujarnya.

Belum Terbiasa CBT Jadi Tantangan Peserta

Di balik semangat mengikuti kompetisi, para peserta juga menghadapi tantangan teknis dalam menjalani ujian berbasis komputer.

Afnan menjelaskan, para siswa yang juga merupakan santri tersebut belum terbiasa mengikuti ujian menggunakan perangkat komputer.

Kondisi itu membuat sebagian peserta masih mengalami kesulitan ketika harus mengoperasikan laptop, termasuk saat melakukan proses login ke sistem CBT OMI.

ā€œKarena para siswa adalah para santri yang belum terbiasa dengan ujian berbasis komputer, kendala paling mencolok adalah para siswa masih sering kebingungan bagaimana mengoperasikan laptop untuk login ke CBT OMI,ā€ imbuhnya.

Meski menjadi kendala, pengalaman tersebut sekaligus memberikan kesempatan bagi para siswa untuk mengenal dan beradaptasi dengan sistem ujian berbasis komputer secara langsung.

OMI Jadi Motivasi untuk Lebih Giat Belajar

Bagi MIS Tahfidz Hidayatul Qur’an Gerning, keikutsertaan dalam OMI 2026 tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar hasil kompetisi.

Menurut Afnan, ajang tersebut juga memberikan pengalaman dan motivasi tambahan bagi siswa untuk meningkatkan semangat belajar.

ā€œSangat membantu. Ini juga bisa menjadi motivasi tambahan bagi para siswa untuk lebih giat belajar,ā€ ungkapnya.

Foto Dok MIS Tahfidz Hidayatul Qur’an: Ahmad Sulthan Asrofi, putra pasangan Andri Supriyadi dan Khoiriyah saat mengikuti OMI 2026 Pesawaran mewakili MIS Tahfidz Hidayatul Qur’an.Ā 

Ia berharap pengalaman mengikuti OMI dapat memberikan manfaat bagi peserta, baik dalam menghadapi kompetisi maupun dalam meningkatkan proses pembelajaran di madrasah.

Target Lolos hingga Tingkat Nasional

Ke depan, MIS Tahfidz Hidayatul Qur’an Gerning berharap keenam peserta dapat melanjutkan perjuangan ke tingkat yang lebih tinggi.

Afnan berharap para siswa mampu lolos hingga tingkat provinsi dan nasional. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi peserta, tetapi juga bagi orang tua, guru, madrasah, dan Pondok Tahfidz Hidayatul Qur’an.

ā€œPara siswa bisa lolos hingga tingkat provinsi dan nasional sehingga para siswa semakin semangat dan semakin giat belajar, membanggakan orang tua dan guru serta mengharumkan nama madrasah dan Pondok Tahfidz Hidayatul Qur’an,ā€ ujarnya.

Keikutsertaan dalam OMI 2026 pun menjadi pengalaman penting bagi enam siswa siswi MIS Tahfidz Hidayatul Qur’an Gerning.Ā 

Selain menguji kemampuan akademik melalui bidang IPAS dan Matematika, para peserta juga mendapatkan pengalaman baru dalam mengikuti ujian berbasis komputer.

Bagi madrasah, pengalaman tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi para siswa siswi untuk semakin percaya diri menghadapi kompetisi sekaligus meningkatkan semangat belajar di masa mendatang. (ARIF)