Normalisasi Irigasi Lampung Utara Dukung Ketahanan Pangan
Lampung Utara, NU Media Jati Agung β normalisasi irigasi Lampung Utara terus berjalan karena Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung mengintensifkan langkah strategis untuk mendukung Program Strategis Nasional di sektor ketahanan pangan.
Selain itu, BBWS Mesuji Sekampung meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus memperkuat penanganan banjir di sejumlah titik Daerah Irigasi (DI).
BBWS Mesuji Sekampung memusatkan kegiatan di wilayah Paraduan Waras, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara. Di lokasi ini, tim teknis memastikan aliran air tetap lancar sekaligus melindungi area persawahan dari risiko banjir.
Langkah Awal Normalisasi Saluran
Pertama, tim lapangan membersihkan gulma yang menghambat aliran air di titik Sypon 12.
Selanjutnya, petugas mengangkat sedimentasi berupa lumpur serta membersihkan gulma di sepanjang saluran tata karya, Dayamurni, hingga Pulung Kencana.
Selain itu, tim menangani saluran primer dan sekunder yang terhubung langsung dengan Bendung Way Rarem sebagai sumber utama distribusi air irigasi.
Sebelumnya, saluran mengalami pendangkalan dan penyumbatan sehingga kondisi tersebut memicu luapan air saat curah hujan meningkat.
Perluasan Kegiatan Irigasi
Tidak hanya di Lampung Utara, BBWS Mesuji Sekampung juga menjalankan kegiatan serupa di Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Di wilayah ini, tim mengangkat gulma dan membersihkan sedimentasi pada saluran primer.
Dengan langkah tersebut, aliran air tetap lancar dan potensi penyumbatan yang memicu banjir di lahan pertanian bisa berkurang.
Progres Pekerjaan Signifikan
Sejak Februari, tim memfokuskan pekerjaan pada normalisasi saluran pembuang atau kolektor. Hingga saat ini, tim menangani saluran dari BR 13 hingga BR 35 pada jaringan primer dan sekunder.
Secara keseluruhan, panjang saluran yang tim tangani mencapai sekitar 19 kilometer. Capaian ini menunjukkan progres signifikan dalam memulihkan fungsi jaringan irigasi di wilayah terdampak.

Pernyataan BBWS Mesuji Sekampung
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sumber Daya Air BBWS Mesuji Sekampung, Yuniar, menegaskan pentingnya normalisasi saluran pembuang dalam sistem irigasi.
Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut menjaga kelancaran aliran air sekaligus mencegah potensi banjir di lahan pertanian.
βNormalisasi saluran pembuang ini kami lakukan untuk memastikan air dapat mengalir dengan lancar dan tidak terjadi penumpukan yang berpotensi menyebabkan banjir di lahan pertanian. Dengan kondisi saluran yang bersih dan optimal, risiko gagal panen akibat genangan dapat ditekan,β ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Selain itu, ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam pengelolaan sumber daya air.
βKe depan, kami akan terus melakukan pemeliharaan rutin dan peningkatan kapasitas saluran, sehingga sistem irigasi di wilayah ini mampu mendukung produktivitas pertanian secara maksimal,β tambahnya.
Dampak bagi Petani dan Ketahanan Pangan
BBWS Mesuji Sekampung menghadirkan langkah konkret ini untuk memberi dampak langsung kepada masyarakat, khususnya petani. Oleh karena itu, upaya ini menjaga stabilitas hasil panen sekaligus mengurangi risiko kerugian akibat banjir.
Di sisi lain, pemerintah dan masyarakat perlu menjaga sinergi agar sistem irigasi tetap berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang optimal, Provinsi Lampung dapat meningkatkan ketahanan pangan secara berkelanjutan.
(Ahmad Royani, S.H.I)

