Skip to main content

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Nelayan Temukan Mayat Terapung di Laut Lampung Selatan, Kepala Tinggal Tengkorak

Penemuan Mayat Terapung di Perairan Pulau Kandang Balak Gegerkan Warga

 

Lampung Selatan, NU Media Jati Agung – Seorang nelayan menemukan sesosok mayat terapung di perairan Pulau Kandang Balak, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (20/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kondisi jenazah memprihatinkan karena bagian kepalanya hanya menyisakan tengkorak.

Video penemuan mayat tersebut beredar di media sosial dan menarik perhatian masyarakat. Saat ditemukan, jenazah tanpa identitas itu mengenakan kaos dan mengapung di tengah laut.

Advertisement
Advertisement

Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Tim SAR segera menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Benar, tadi pagi kami mendapatkan laporan dari masyarakat terkait penemuan jenazah yang terapung di tengah laut oleh nelayan,” kata Rezie Kuswara.

Advertisement
Advertisement

Tim SAR kemudian mengevakuasi jenazah ke rumah sakit. Petugas akan melakukan proses identifikasi untuk mengetahui identitas korban.

“Tim kemudian mendatangi lokasi untuk kemudian mengevakuasi jenazah tersebut ke rumah sakit,” lanjutnya.

Advertisement
Advertisement

Polisi Selidiki Identitas Korban

Setelah proses evakuasi selesai, Basarnas berkoordinasi dengan Polres Lampung Selatan untuk menangani penyelidikan lebih lanjut.

Rezie menjelaskan bahwa kepolisian kini mendalami kasus tersebut. Petugas juga berupaya mengungkap identitas korban serta penyebab kematiannya.

Advertisement
Advertisement

“Usai mengevakuasi jenazah, kami kemudian berkoordinasi dengan rekan-rekan dari kepolisian. Saat ini penyelidikan dilakukan oleh Polres Lampung Selatan,” ungkap Rezie.

Hingga berita ini diterbitkan, polisi belum memberikan keterangan mengenai identitas korban maupun dugaan penyebab kematiannya. Proses identifikasi masih berlangsung di rumah sakit.Ā (Erwin Indra Saputra)

Advertisement
Advertisement