NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Tubaba Siapkan Lomba Menggambar Tokoh Lokal untuk Semua Usia

Dinas Perpustakaan Tubaba Kolaborasi dengan Seniman Nasional

Tulang Bawang Barat, NU Media Jati Agung Tubaba melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah bersama Sanggar Piramida dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tengah mempersiapkan Lomba Menggambar Tokoh Tubaba.

Kegiatan ini terbuka bagi peserta dari TK hingga masyarakat umum, bertujuan menjadi ruang literasi seni dan budaya yang inklusif.

Diskusi persiapan lomba dilakukan secara hybrid, dihadiri Restu, Sekretaris Dinas, Muhammad Yusuf, Kabid Pembinaan, Pengelolaan, Pengawasan, dan Pengarsipan, serta tokoh seni lukis nasional Pungky Purbowo dan Wawan Hidayat, Sekretaris Pokdarwis Tubaba.

Dua peserta lainnya mengikuti secara virtual, yakni Wawan Wibowo dari Rumah Badik Tubaba dan Ahmad Harianto, Kepala DPMPTSP setempat.

Literasi Tak Hanya Teks, Seni Visual Jadi Medium Edukatif

Sementara itu, Restu, perwakilan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah setempat, menyatakan bahwa lomba ini menguatkan literasi dengan makna luas.

“Literasi tidak hanya soal membaca dan menulis. Seni visual adalah bagian penting dari literasi budaya. Melalui lomba ini, tokoh-tokoh lokal Tubaba bisa dikenali dan diarsipkan lewat karya masyarakat,” ujarnya.

Sekretaris Dinas menekankan sifat kegiatan yang terbuka dan partisipatif.

“Peserta tidak harus seniman atau pelukis profesional. Siapa pun yang memiliki minat menggambar, dari anak-anak hingga masyarakat umum, berhak ikut dan berekspresi,” katanya.

Karya Peserta sebagai Arsip Visual Daerah

Selain itu, Muhammad Yusuf menegaskan nilai strategis lomba untuk kearsipan.

“Karya peserta nantinya akan menjadi arsip visual daerah. Ini adalah bentuk dokumentasi budaya yang hidup dan relevan bagi generasi sekarang dan mendatang,” jelasnya.

Seni Harus Inklusif dan Membumi

Dilainsisi, Pungky Purbowo menyambut baik kolaborasi lintas sektor ini.

“Seni tidak boleh eksklusif. Justru kekuatannya ada pada keberagaman ekspresi. Lomba ini membuka ruang bagi siapa saja untuk menafsirkan tokoh Tubaba dengan cara mereka sendiri,” ungkapnya.

Ia menambahkan akan memberikan satu karya lukis koleksi pribadinya sebagai penghargaan khusus bagi Juara Terbaik.

Gambar Artikel

“Ini bentuk apresiasi dan pesan bahwa karya dari daerah memiliki nilai yang tinggi,” tambah Pungky.

Budaya, Wisata, dan Ekonomi Kreatif

Lebih jauh, Wawan Hidayat menekankan dampak kegiatan terhadap pariwisata Tubaba.

“Seni dan budaya adalah fondasi wisata. Ketika tokoh lokal diangkat melalui gambar, itu membangun cerita dan identitas Tubaba sebagai daerah yang kaya nilai,” ujarnya.

Sementara itu, Wawan Wibowo menyoroti pentingnya ruang kreatif komunitas.

“Kegiatan seperti ini menjadi wadah tumbuhnya ekosistem seni dan budaya lokal yang sehat, terutama bagi generasi muda,” katanya.

Disisilain, Ahmad Harianto menambahkan kegiatan ini memperkuat iklim kreatif daerah.

“Kegiatan seni dan budaya adalah bagian dari penguatan iklim kreatif daerah. Ini sejalan dengan upaya mendorong sektor ekonomi kreatif dan citra positif Tubaba,” ujarnya.

Ruang Kreatif Lintas Generasi

Lomba mengusung tema “Tokoh Tubaba dalam Goresan Imajinasi”, dengan kategori peserta dari TK/PAUD hingga umum.

Semua peserta mendapat piagam, juara memperoleh uang pembinaan, piala khas Tubaba, dan penghargaan khusus untuk karya terbaik.

Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda literasi seni dan budaya berkelanjutan serta memperkuat identitas lokal Tubaba melalui bahasa visual yang kreatif dan inklusif. (Wawan Hidayat)