Lampung Selatan, NU Media Jati Agung – Lapangan Sri Tanjung di Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, rusak setelah panitia menggelar pasar malam.
Kondisi itu memicu perhatian masyarakat. Warga rutin memakai lapangan tersebut untuk aktivitas olahraga, terutama sepak bola.
Selain itu, kerusakan lapangan juga menghambat kegiatan anak muda dan komunitas olahraga di wilayah tersebut.
Ummu Hani Nilai Kerusakan Lapangan Bisa Dicegah
Influencer lokal, Ummu Hani, menilai panitia dan pihak terkait sebenarnya bisa mencegah kerusakan Lapangan Sri Tanjung.
Menurutnya, panitia harus melakukan pengawasan maksimal selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, Ummu Hani menegaskan pentingnya tanggung jawab bersama untuk menjaga fasilitas umum agar masyarakat tetap nyaman memakainya.
Ummu Hani Soroti Pengawasan Kegiatan
โTanggapan saya setelah melihat kerusakan lapangan Sri Tanjung, miris banget jadi rusak enggak karuan padahal bisa diminimalisir kerusakannya,โ ujar Ummu Hani kepada wartawan, Kamis (7/5/2026).
Selain itu, ia meminta seluruh pihak yang terlibat bertanggung jawab atas dampak kerusakan tersebut.
Menurutnya, penyelenggara dan pihak berwenang harus mempertimbangkan risiko kerusakan sebelum kegiatan berlangsung.
Penyelenggara Harus Bertanggung Jawab
Ummu Hani juga menyoroti tanggung jawab panitia dan pihak desa atas kondisi lapangan setelah pasar malam selesai.
Selain itu, ia menilai pihak terkait harus menyesuaikan kompensasi dengan dampak kerusakan di lapangan.
Kompensasi Harus Sesuai Dampak
โYang bertanggung jawab pihak-pihak yg terlibat pastinya, terlebih lagi tanggung jawab materi dari pihak panitia penyelenggaraan & pihak Desa/Dusun yg punya kewenangan kompensasinya sesuai ga dengan resiko kerusakan lapangan tersebut,โ lanjutnya.
Karena itu, Ummu Hani berharap pemerintah desa lebih bijak saat menentukan penggunaan fasilitas umum.
Aktivitas Olahraga Warga Ikut Terganggu
Kerusakan Lapangan Sri Tanjung langsung mengganggu aktivitas olahraga masyarakat.
Sebab, warga rutin memakai lokasi tersebut untuk bermain sepak bola dan olahraga lainnya.
Selain itu, masyarakat harus menunggu proses pemulihan lapangan sebelum kembali memakainya.
Anak Muda dan Pecinta Bola Ikut Terdampak
โYang pasti dampaknya bikin aktivitas kegiatan anak muda/pecinta olahraga terlebih lagi anak-anak bola jadi terhambat. Udah emang kejeda karena durasi penyelenggaraan event dan harus ketunda lagi karna lapangan harus recovery lagi agar layak digunakan lagi,โ katanya.
Selain itu, Ummu Hani mengatakan masyarakat sebelumnya juga pernah mengeluhkan kondisi serupa.
Keluhan itu muncul ketika pihak tertentu memakai lokasi tersebut untuk kegiatan besar lainnya.

Warga Pernah Keluhkan Kerusakan Serupa
Menurut Ummu Hani, warga beberapa kali menyampaikan keluhan terkait kerusakan Lapangan Sri Tanjung.
Keluhan itu muncul saat panitia menggelar pasar malam maupun Jati Baru Expo pada masa mantan Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto.
Karena itu, ia meminta pemerintah desa tidak hanya mempertimbangkan keuntungan ekonomi.
Ia juga meminta pemerintah memikirkan dampak jangka panjang terhadap fasilitas umum.
Ummu Hani Minta Transparansi dan Evaluasi
โHarapan saya, pemdes harus bisa lebih bijak & objektif. Jangan mengedepankan ego sektoral karena iming-iming income dari Pasar Malam, tapi enggak memikirkan dampak setelah event tersebut,Kalau memang ada income yang masuk ke pihak pemdes, tolong dievaluasi kembali dan transparansi ke masyarakat,โ tegasnya.
Warga Diajak Menjaga Fasilitas Umum
Selain meminta evaluasi, Ummu Hani juga mengajak masyarakat menjaga fasilitas umum.
Ia berharap masyarakat tetap merawat fasilitas umum agar tetap nyaman digunakan bersama.
Selain itu, ia menilai kepedulian masyarakat sangat penting supaya fasilitas umum tidak cepat rusak.
Masyarakat Jangan Merusak Fasilitas
โPesan saya secara realistis, meskipun kita belum bisa secara maksimal merawat/menjaga fasilitas umum di sekitar kita tapi minimal kita jangan merusak atau semau-maunya, karena itu milik bersama bukan milik pribadi,โ ujarnya.
โDan kita harus bisa hargai pihak-pihak yg sudah ber-effort merawat fasilitas umum tersebut, karena kalau fasilitas umum terawat yg senang juga masyarakat,โ tambahnya.
Pemulihan Lapangan Butuh Waktu dan Biaya
Menurut Ummu Hani, proses pemulihan Lapangan Sri Tanjung membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit.
Namun, ia menilai persoalan itu bukan hanya soal materi.
Ia juga menyoroti dampak jangka panjang terhadap penggunaan fasilitas umum.
Warga Minta Evaluasi dan Pelibatan Masyarakat
โMemang benar recovery dengan waktu dan biaya tapi ini bukan bicara tentang materi aja, tapi dampak yang dikhawatirkan kedepannya lapangan kemungkinan akan digunakan semau-maunya oleh pihak-pihak yg punya kepentingan tanpa memikirkan impact,โ tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Ummu Hani berharap pemerintah dan pihak terkait melibatkan masyarakat sebelum menggunakan fasilitas umum untuk kegiatan besar.
โKalau kita selalu bicara lapangan milik si A si B si C enggak akan ada habisnya ego sektoral seperti itu. Semoga kedepannya jika ada hal-hal yang sekiranya akan menggunakan fasilitas umum, evaluasi atau voting ke masyarakat dulu jadi enggak hanya mementingan kepentingan sepihak,โ tutupnya. (Ahmad Royani, S.H.I)

