Hadis Riwayat Imam Muslim Ungkap Keutamaan Membaca dan Mempelajari Al-Qur’an
Lampung Selatan, NU Media Jati Agung — Kyai Muhammad Sahalludin Mahfudz menjelaskan empat keutamaan menghadiri majelis ilmu, berzikir, serta membaca dan mempelajari Al-Qur’an berdasarkan hadis Rasulullah SAW.
Keutamaan tersebut meliputi ketenangan jiwa, rahmat Allah SWT, kehadiran para malaikat, serta penyebutan nama hamba oleh Allah SWT di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya.
Kyai Sahalludin menyampaikan penjelasan tersebut saat mengisi tausiyah dalam pengajian rutin Ahad Kliwon di Masjid Al-Ihsan, Dusun Sukamaju B, Desa Sinar Rejeki, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Ahad (25/10/2026).
Dalam kajian itu, pengasuh Pondok Pesantren Darul Muta’alimin tersebut mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan untuk menghadiri majelis ilmu. Ia juga menjelaskan keutamaan membaca dan mempelajari Al-Qur’an bersama berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim.
Hadis Rasulullah SAW tentang Keutamaan Majelis Ilmu
Dalam tausiyahnya, Kyai Sahalludin mengutip hadis Rasulullah SAW yang menerangkan keutamaan sekelompok orang ketika berkumpul di masjid untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an.
Rasulullah SAW bersabda:
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ، يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ، وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ.
Artinya:
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid), mereka membaca Kitabullah (Al-Qur’an) dan saling mempelajarinya di antara mereka, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, mereka akan diliputi rahmat, dikelilingi oleh para malaikat, dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.”
(HR. Muslim)
Hadis tersebut menjelaskan keutamaan majelis ilmu, khususnya kegiatan membaca dan mempelajari Al-Qur’an bersama. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW itu, terdapat empat keutamaan yang menjadi pokok pembahasan.
1. Mendapatkan Ketenangan Jiwa
Keutamaan pertama ialah turunnya ketenangan atau as-sakinah. Melalui majelis ilmu, umat Islam dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperdalam pemahaman agama.
Di tengah kesibukan dan berbagai persoalan kehidupan, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta mendengarkan nasihat agama dapat membantu seseorang menenangkan hati dan memperkuat keimanan.
Karena itu, umat Islam sebaiknya tidak memandang pengajian sekadar sebagai rutinitas berkumpul.
Kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri dan mempelajari ajaran Islam secara lebih mendalam.
2. Mendapatkan Rahmat Allah SWT
Keutamaan kedua ialah memperoleh rahmat Allah SWT. Hadis riwayat Imam Muslim tersebut menerangkan bahwa Allah melimpahkan rahmat kepada orang-orang yang berkumpul untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an.
Rahmat Allah merupakan anugerah yang sangat berharga bagi setiap muslim. Oleh sebab itu, umat Islam perlu memanfaatkan waktu untuk memperbanyak ibadah, menuntut ilmu, dan mengikuti kegiatan keagamaan yang membawa kebaikan.
Selain memperdalam ilmu agama, majelis ilmu juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperbaiki akhlak, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
3. Dikelilingi Para Malaikat
Keutamaan ketiga ialah kehadiran para malaikat yang mengelilingi majelis tersebut. Rasulullah SAW menyebutkan keutamaan ini dalam hadis riwayat Imam Muslim bagi orang-orang yang berkumpul di rumah Allah untuk membaca dan mempelajari Kitabullah.
Hal tersebut menunjukkan kemuliaan majelis yang berisi kegiatan keagamaan dan pembelajaran Al-Qur’an.
Karena itu, umat Islam perlu membiasakan diri menghadiri majelis ilmu. Selain itu, jamaah hendaknya menjaga adab selama mengikuti pengajian dan menyimak nasihat para ulama dengan penuh perhatian.
4. Disebut oleh Allah SWT di Hadapan Makhluk-Nya
Keutamaan keempat ialah Allah SWT menyebut orang-orang yang menghadiri majelis tersebut di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya.
Keutamaan ini menunjukkan kemuliaan kegiatan membaca dan mempelajari Al-Qur’an bersama.
Melalui kegiatan tersebut, umat Islam memiliki kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan ajaran agama.
Dengan memahami keutamaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin termotivasi untuk menghadiri pengajian dan menjadikan kegiatan menuntut ilmu sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Membiasakan Majelis Ilmu, Zikir, dan Membaca Al-Qur’an
Dalam materi kajiannya, Kyai Sahalludin juga mengajak masyarakat meluangkan waktu untuk menghadiri majelis ilmu, memperbanyak zikir, serta membiasakan membaca Al-Qur’an.
Ketiga kegiatan tersebut saling melengkapi dalam membangun kehidupan beragama. Membaca Al-Qur’an, misalnya, perlu disertai usaha memahami kandungannya agar umat Islam dapat menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan pengajian di lingkungan sekitar sebagai ruang belajar bersama.
Melalui kegiatan tersebut, jamaah dapat memperdalam pemahaman agama sekaligus mempererat silaturahmi.
Dalam pembahasan keagamaan, majelis ilmu dan zikir juga kerap dikaitkan dengan istilah riyadhul jannah, yang berarti taman-taman surga.
Istilah tersebut dikenal dalam pembahasan mengenai keutamaan majelis zikir dan ilmu dalam tradisi Islam.
Sesi Tanya Jawab, 13 Jamaah Raih Hadiah Al-Qur’an
Selain menyampaikan tausiyah, Kyai Muhammad Sahalludin Mahfudz mengadakan sesi tanya jawab bersama ibu-ibu pengajian yang hadir.
Melalui sesi tersebut, jamaah mendapat kesempatan untuk menjawab pertanyaan mengenai materi ceramah tentang keutamaan menghadiri majelis ilmu, berzikir, serta membaca dan mempelajari Al-Qur’an.
Jamaah yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar memperoleh hadiah berupa kitab suci Al-Qur’an.
Tercatat, sebanyak 13 orang berhasil menjawab pertanyaan dan menerima hadiah tersebut.
Kegiatan ini turut mendorong jamaah untuk lebih aktif menyimak materi kajian. Dengan demikian, sesi tanya jawab tidak hanya menambah semangat peserta, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran agama.
Selain hadiah Al-Qur’an, Direktur PT Agro Multi Guna Sejati (AMS Group), H. Tagor Pohan, S.E., M.M., memberikan uang saku kepada 13 peserta pengajian dengan total Rp1,3 juta.
Sementara itu, Kepala Desa Sinar Rejeki, Iwan Syamsuri, memberikan lima payung kepada jamaah yang mengikuti kegiatan tersebut.
Pemberian hadiah itu menambah semarak pengajian Ahad Kliwon. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan bagi ulama, pemerintah desa, dan masyarakat dalam suasana kebersamaan.
Pengajian Ahad Kliwon Jadi Sarana Memperdalam Ilmu Agama
Pengajian Ahad Kliwon di Masjid Al-Ihsan, Desa Sinar Rejeki, menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengikuti kajian keagamaan dan mempererat kebersamaan.
Melalui tausiyah tersebut, jamaah diajak memahami bahwa menghadiri majelis ilmu tidak sekadar berarti hadir secara fisik.
Lebih dari itu, jamaah perlu menyimak, mempelajari, dan mengamalkan ilmu yang diperoleh.
Pesan Kyai Sahalludin Mahfudz mengingatkan pentingnya menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an dan menjadikan kegiatan keagamaan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan terus meningkatkan kualitas ibadah dengan membiasakan diri menghadiri majelis ilmu, membaca Al-Qur’an, dan berzikir.
Kebiasaan tersebut juga dapat menjadi upaya untuk menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
(Ahmad Royani, S.H.I.)

