NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

KH Dimyati Rifa’i: Jangan Hakimi Pesantren karena Oknum

Lampung Selatan, NU Media Jati Agung – Jangan Hakimi Pesantren menjadi pesan utama yang disampaikan Rois Syuriah PCNU Tulang Bawang, KH Dimyati Rifa’i, saat memberikan tausiyah pada Pengajian Akbar dalam rangka Takhtiman Juz Amma dan Khataman Kitab Alfiyyah Ibnu Malik di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Diniyyah Putra-Putri Yanbu’ul Ulum, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Sabtu malam Ahad (27/6/2026).

Selain mengajak masyarakat menjaga kepercayaan terhadap pesantren, KH Dimyati juga mengingatkan agar publik tidak menggeneralisasi citra pondok pesantren hanya karena kesalahan segelintir oknum.

Menurutnya, pesantren tetap menjadi lembaga pendidikan yang berperan penting dalam mencetak generasi berakhlak.

KH Dimyati Rifa’i Bersyukur atas Antusiasme Pengajian Akbar

KH Dimyati Rifa’i mengaku bersyukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran para kiai dan antusiasme wali santri menjadi tanda baik bagi perkembangan pondok pesantren.

KH Dimyati Rifa’i mengungkapkan rasa syukur atas suasana penuh kebersamaan yang tampak dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, saya sangat bangga dan bahagia. Malam hari ini kita berada di tempat yang penuh berkah. Terbukti banyak para kiai yang hadir menyertai khataman para santri, ditambah antusiasme para wali santri yang luar biasa. Mudah-mudahan ini menjadi kehendak Allah untuk kemajuan pondok pesantren,” ujarnya.

KH Dimyati Rifa’i Soroti Framing Negatif terhadap Pesantren

KH Dimyati Rifa’i menyoroti maraknya pemberitaan mengenai kasus kekerasan seksual yang melibatkan oknum di lingkungan pesantren.

Namun, ia menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh menyamaratakan seluruh pesantren karena tindakan individu tertentu.

Jangan Hakimi Pesantren karena Kesalahan Individu

Menurut KH Dimyati Rifa’i, berbagai pemberitaan di media sosial dapat membentuk citra negatif terhadap pesantren.

Oleh sebab itu, ia mengajak para kiai dan pengasuh pondok pesantren, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama, agar tetap kompak menjaga nama baik lembaga pendidikan pesantren.

Ia kembali mengingatkan bahwa kesalahan individu tidak dapat mewakili ribuan pesantren yang terus mendidik umat.

Gambar Artikel

“Kalaupun ada satu atau dua oknum dari ribuan pesantren dan ribuan kiai yang melakukan kesalahan, itu adalah perilaku individu. Kiai juga manusia. Namun, jangan sampai kesalahan segelintir orang merusak nama baik seluruh pesantren,” tegasnya.

Selain itu, KH Dimyati Rifa’i mengingatkan warga NU agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Menurutnya, kebiasaan menyebarkan kabar yang belum terverifikasi justru dapat memperburuk citra pesantren dan para kiai.

Wali Santri Diminta Tetap Percaya kepada Pesantren

KH Dimyati Rifa’i juga mengajak para wali santri dan masyarakat agar tetap menaruh kepercayaan kepada pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan agama yang membentuk akhlak dan karakter generasi muda.

Ia mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk terus mendukung keberlangsungan pendidikan pesantren.

“Kepada generasi muda yang sedang nyantri, para wali santri, dan warga Nahdlatul Ulama, khususnya di Jati Agung, saya berpesan agar tidak ragu terhadap pondok pesantren,” katanya.

Selanjutnya, KH Dimyati Rifa’i memberikan pesan kepada para santri agar selalu menjaga adab kepada orang tua dan para guru sebagai bekal menuntut ilmu.

“Pesan saya kepada para santri, di mana pun berada, pegang teguh jati diri sebagai santri. Mohonlah rida kedua orang tua dan para kiai. Itulah kunci keberhasilan. Pintar dan alim itu penting, tetapi yang lebih penting adalah kebermanfaatan ilmu,” pungkasnya. (Ahmad Royani, S.H.I)