HUT RI Lampung Selatan Hadirkan Gema Klakson Serentak dari Gerbang Pulau Sumatra
HUT RI Lampung Selatan kembali dipusatkan di Menara Siger pada 17 Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mulai mematangkan seluruh persiapan upacara sejak dini. Selain itu, pemerintah menghadirkan konsep baru berupa gema klakson serentak di kawasan Pelabuhan Bakauheni sebagai simbol semangat kebangsaan dari gerbang Pulau Sumatra.
Pemkab Lampung Selatan Percepat Persiapan Upacara
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Mingguan di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (13/7/2026). Rakor tersebut membahas kesiapan pelaksanaan Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Supriyanto meminta seluruh perangkat daerah dan instansi terkait segera memperkuat koordinasi. Waktu pelaksanaan tinggal sekitar satu bulan. Karena itu, setiap pihak harus menyelesaikan seluruh persiapan teknis dan dukungan lintas sektor secepat mungkin.

Selain itu, Supriyanto meminta seluruh pihak segera menjalin komunikasi dengan pengelola Menara Siger. Langkah tersebut bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana.
“Saya minta seluruh persiapan dimatangkan sejak sekarang, termasuk komunikasi dengan pengelola Menara Siger karena lokasi tersebut kembali akan digunakan pada momen peringatan HUT RI,” ujar Supriyanto.

Gema Klakson Serentak Jadi Ikon HUT RI Lampung Selatan
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lampung Selatan, Martoni Sani, menjelaskan bahwa HUT RI Lampung Selatan tahun ini mengusung konsep berbeda. Pemerintah berkolaborasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni untuk menghadirkan peringatan yang lebih berkesan.
Tepat pukul 10.00 WIB saat Detik-Detik Proklamasi, seluruh kapal penyeberangan serta kendaraan roda dua dan roda empat di kawasan Pelabuhan Bakauheni hingga Bandar Bakau Jaya (BBJ) akan membunyikan klakson secara serentak.

Menurut Martoni, konsep tersebut akan memperkuat semangat kebangsaan. Selain itu, kegiatan tersebut juga mempertegas identitas Kabupaten Lampung Selatan sebagai pintu gerbang Pulau Sumatra.
“Jika tahun lalu kita mengangkat potensi wisata sebagai daya tarik, tahun ini kita ingin membangun momentum yang lebih kuat melalui gema peringatan kemerdekaan dari beranda Pulau Sumatra. Kegiatan ini akan dilaksanakan berkolaborasi dengan ASDP sehingga pada detik-detik Proklamasi seluruh kapal dan kendaraan membunyikan klakson secara serentak,” kata Martoni.

Tari Massal dan Pakaian Adat Nusantara Meriahkan Upacara
Selanjutnya, panitia akan menyesuaikan seluruh rangkaian kegiatan dengan Upacara Peringatan HUT RI tingkat nasional. Setelah upacara selesai, panitia akan menampilkan tari massal sebagai bentuk pelestarian budaya daerah sekaligus memperkuat semangat persatuan.
Untuk pelaksanaan di tingkat kecamatan, setiap wilayah tetap menggelar upacara di lokasi masing-masing. Namun, Kecamatan Bakauheni akan mengikuti upacara terpusat di Menara Siger bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Di sisi lain, pemerintah juga meminta setiap desa mengirimkan enam peserta yang mengenakan pakaian adat Nusantara. Kehadiran peserta tersebut akan menjadi simbol keberagaman, persatuan, serta semangat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Oleh karena itu, HUT RI Lampung Selatan tahun 2026 diharapkan tidak hanya berlangsung khidmat, tetapi juga memperkuat rasa persatuan sekaligus memperkenalkan identitas Lampung Selatan sebagai beranda Pulau Sumatra.Ā (NU Media Jati Agung)

