HIPMI Lampung Timur Dorong Ekonomi Daerah Bangkit
Lampung Timur, NU Media Jati Agung –ย HIPMI Lampung Timur mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan perayaan HUT ke-37 Lampung Timur sebagai momentum kebangkitan ekonomi daerah. Selain itu, Ketua Umum HIPMI Lampung Timur, Fitra Aditya Irsyam, menyampaikan ajakan tersebut di Lampung Timur, Minggu (5/4).
Ia menegaskan pemerintah daerah merespons cepat dinamika di masyarakat. Oleh sebab itu, ia mendorong semua pihak segera memfokuskan perhatian pada aspek yang lebih substansial, yakni penguatan ekonomi masyarakat.
Dorongan Fokus pada Perekonomian Masyarakat
Aditya menilai polemik simbol perayaan sudah selesai. Oleh karena itu, ia langsung mengarahkan perhatian pada kepentingan masyarakat luas. Dengan demikian, ia meminta semua pihak mengutamakan sektor ekonomi rakyat.
โRespons cepat pemkab soal logo patut kita hargai. Artinya pemerintah sangat terbuka dan mendengar aspirasi masyarakat. Nah, karena urusan simbolik sudah diselesaikan dengan baik, sekarang saatnya kita fokus mendukung hajat hidup orang banyak, yaitu perekonomian masyarakat,โ jelas Aditya.
Festival dan UMKM Jadi Penggerak Ekonomi
Selanjutnya, Aditya menjelaskan Festival Pasar 1001 Malam dan Pameran 2.000 UMKM di Bandar Sribhawono berperan sebagai langkah strategis. Bahkan, kegiatan tersebut mendorong pemerataan ekonomi di wilayah Lampung Timur.
Perputaran Uang dan Pemerataan Wilayah
Menurutnya, Bandar Sribhawono berfungsi sebagai pusat perdagangan yang aktif menggerakkan ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu, ia menilai lokasi tersebut sangat tepat untuk kegiatan ekonomi berskala besar.
โKita harus melihat ini dari sisi perputaran uang dan keadilan wilayah. Bandar Sribhawono sejak dulu dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan utama di Lampung Timur,” ujarnya.
“Menggelar acara besar di sana berarti kita sedang menyuntikkan energi ekonomi ke pasar. Kita sedang membela para pedagang sosis bakar, penjual es teh, pedagang baju, hingga para penyedia jasa lainnya yang sangat menantikan keramaian festival tersebut untuk mengais rezeki. Ini bukan pemborosan, ini murni pemerataan ekonomi kerakyatan,โ paparnya.
Pembagian Peran Wilayah Dinilai Adil
Selain itu, Aditya menilai pemerintah daerah membagi pusat kegiatan secara tepat. Dengan kebijakan tersebut, masyarakat di berbagai wilayah bisa merasakan manfaat secara langsung. Bahkan, ia melihat pembagian itu menciptakan keseimbangan pembangunan.

Sukadana dan Sribhawono Saling Melengkapi
Ia menjelaskan Sukadana tetap berfungsi sebagai pusat pemerintahan. Sementara itu, Sribhawono menjadi pusat perputaran ekonomi rakyat. Dengan demikian, kedua wilayah tersebut saling melengkapi.
โPemkab sudah sangat adil. Sukadana tetap tegak sebagai marwah ibu kota. Di sana difokuskan untuk acara inti seperti Upacara Puncak dan program pelayanan langsung menyentuh masyarakat, seperti pelayanan kesehatan gratis. Jadi, Sukadana menjadi pusat pelayanan dan pemerintahan, sementara Sribhawono menjadi pusat perputaran ekonomi rakyat. Keduanya berjalan beriringan dan saling melengkapi,โ tegasnya.
Ajakan Dukung HUT Lampung Timur
Pada kesempatan yang sama, Aditya kembali mengajak masyarakat menyambut rangkaian kegiatan HUT Lampung Timur secara positif. Bahkan, ia menekankan pentingnya dukungan semua pihak agar kegiatan berjalan optimal.
Momentum Kebangkitan Ekonomi Rakyat
Ia menegaskan perayaan tersebut milik seluruh masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil.
โPesta ini adalah pestanya rakyat. Pedagang kita sangat butuh panggung dan keramaian untuk bangkit kembali. Masyarakat butuh hiburan dan ruang interaksi. Mari kita dukung penuh kegiatan ini agar perputaran uang benar-benar dirasakan oleh masyarakat bawah di Lampung Timur,โ pungkasnya.
(Ahmad Royani, S.H.I)

