Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG – Aktual Informatif dan Terkini

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

Harlah ke-5 Sholawat Nariyah Tubaba, Maryanto Ungkap Tantangan Jaga Istiqamah

Peringatan Harlah Dirangkai Maqoman Sholawat, Hari Santri, dan Sumpah Pemuda

Tulang Bawang Barat, NU Media Jati Agung — Majelis Sholawat Nariyah Tulang Bawang Barat (Tubaba) memperingati Harlah ke-5 melalui selapanan Maqoman Sholawat Nariyah. Kegiatan berlangsung pada Rabu malam (28/10/2026).

Kegiatan ini juga mencakup peringatan Hari Santri Nasional (HSN) dan Hari Sumpah Pemuda.

Acara berlangsung di Rumah Majelis Sholawat Nariyah, Tiyuh Chandra Mukti, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten setempat. Panitia memulai kegiatan pukul 20.00 WIB hingga selesai.

Meski gerimis mengguyur wilayah tersebut, jamaah tetap menghadiri kegiatan yang diisi dengan lantunan sholawat dan pengajian.

Sejumlah tokoh menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya H. Zainal Arifin MZ., S.Ag., MH., Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Tubaba, dan Rois Syuriah PCNU Tubaba.

Foto Dok NU Media Jati Agung: Majelis Sholawat Nariyah Tubaba Gelar Harlah ke 5 

Hadir pula Ketua GP Ansor Tubaba Sutikno, S.Sos., M.M., serta KH. Jumantoro, S.Pd.I., M.Pd.I.

Hadir pula Mas Wawan Hidayat selaku pengasuh Majelis Sholawat Nariyah Tubaba, Kepala Tiyuh Chandra Mukti Marsudi Hasan, Bhabinkamtibmas, Banser, dan para jamaah.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Subhanul Waton. Selanjutnya, jamaah mengikuti Qira’atul Qur’an dan tausiyah yang disampaikan KH. Jumantoro, yang juga merupakan Dai Kamtibmas Polres Tubaba.

Maryanto Ungkap Tujuan Majelis Sholawat Nariyah

Salah satu pengurus Majelis Sholawat Nariyah Tubaba, Mas Maryanto, menjelaskan bahwa pendirian majelis tersebut berangkat dari keinginan untuk menjaga warisan dan pesan para ulama, khususnya para sesepuh pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

“Yang melatarbelakangi berdirinya Majelis Shalawat Nariyah di Tulang Bawang Barat ini, mungkin salah satunya kita ingin kembali menghidupkan apa yang menjadi pesan dari para alim ulama, sesepuh-sesepuh pendiri Jami’yah Nahdlatul Ulama ini bahwasanya untuk senantiasa menjaga apa yang menjadi peninggalan-peninggalan beliau-beliau dulu, begitu,” ujar Mas Maryanto kepada NU Media Jati Agung, Rabu (28/10/2026). 

Foto Dok NU Media Jati Agung: Mas Maryanto salah satu pengurus Majelis Sholawat Nariyah Tubaba. 

Selain menjaga warisan ulama, Maryanto menyebut Maqoman Sholawat Nariyah sebagai salah satu jalan untuk mencari ketenangan hati melalui amalan yang dijalankan secara istiqamah.

“Maknanya bagi kami adalah ini untuk mencari ketenangan hati, salah satunya pintunya lewat maqoman shalawat Nariyah selalu istiqamah,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, amalan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan keyakinan dan kedamaian, terutama bagi diri sendiri dan keluarga.

“Karena di situ akan timbul keyakinan, kemantapan, kedamaian, ketenangan, terutamanya untuk pribadi dan keluarga, itu yang utama, begitu,” imbuhnya.

Jaga Istiqamah, Pengurus Saling Menguatkan Jamaah

Maryanto menjelaskan, pengurus berupaya menjaga semangat jamaah agar tetap istiqamah mengikuti kegiatan majelis.

Foto Dok NU Media Jati Agung: Tausyiah dari KH. Jumantoro, S.Pd.I., M.Pd.I., 

Mereka juga saling mengingatkan ketika ada anggota yang mulai kehilangan semangat.

“Alhamdulillah kita saling menguatkan satu sama lain, kemudian kalau ada jamaah-jamaah yang mulai kendor, kita bimbing lagi, kita semangati lagi,” jelasnya. 

Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan kebersamaan dan komitmen seluruh jamaah untuk terus menjalankan kegiatan yang telah mereka sepakati.

“Intinya kita saling bahu-membahu untuk menyemangati lagi, kita bareng-bareng bersama untuk selalu istiqamah dengan majelis, dengan jamaah, dengan yang sudah kita janji untuk istiqamah bersama, begitu,” tambahnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa membangun kesadaran jamaah menjadi tantangan tersendiri bagi pengurus, terutama dalam menjaga konsistensi mereka mengikuti majelis.

“Tantangan terbesar untuk kami itu membangun kesadaran, menumbuhkan kesadaran dengan sesama jamaah yang memang sudah mulai merasakan manfaat dari majelis ini, dengan shalawat ini,” tuturnya.

Harapan Majelis Memotivasi Masyarakat Bersholawat

Maryanto berharap kegiatan yang telah dibangun selama ini dapat memotivasi masyarakat untuk terus bersholawat dan memahami makna amalan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Foto Dok NU Media Jati Agung: Mas Wawan Hidayat Pengasuh Majelis Sholawat Nariyah Tubaba. 

“Kemudian untuk yang selanjutnya harapannya ya semoga yang kita bangun selama ini bisa menjadi motivasi untuk yang lainnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memahami perintah Allah SWT untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an Surah Al-Ahzab ayat 56.

“Bahwasanya kita ini menunaikan apa yang menjadi kewajiban kita yang sudah difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 56 yang mungkin setiap hari, setiap waktu, setiap bermajelis kita baca,” ungkapnya.

Lebih jauh, Maryanto kemudian mengajak jamaah untuk tidak hanya membaca ayat tersebut, tetapi juga memahami makna yang terkandung di dalamnya.

“Namun kita lupa, sebenarnya apa sih makna yang terkandung di surat Al-Ahzab ayat 56 itu? Demikian,” pungkasnya.

Peringatan Harlah ke-5 Majelis Sholawat Nariyah Tubaba menjadi momentum untuk terus merawat tradisi sholawat dan menjaga pesan para ulama.

Melalui kegiatan Maqoman Sholawat Nariyah, para pengurus berharap semangat jamaah untuk bersholawat dan istiqamah dalam majelis tetap terjaga, sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Ahzab ayat 56. (ARIF)