Dorongan Kuasai Ruang Strategis di Era Digital
Lampung Selatan, NU Media Jati Agung β Harlah Gerakan Pemuda Ansor ke-92 yang diperingati pada Jum’at 24 April 2026 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kaderisasi dan mendorong transformasi digital di tubuh organisasi pemuda Nahdlatul Ulama.
Sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tanjung Bintang, Asep Kristiyanto, S.TH., menegaskan bahwa GP Ansor harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, organisasi tidak cukup hanya menjaga tradisi, tetapi juga harus aktif merespons tantangan era digital.
Harlah GP Ansor Jadi Momentum Kaderisasi
Dalam keterangannya kepada NU Media Jati Agung, Asep menyampaikan bahwa Harlah GP Ansor bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
Sebaliknya, momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat sistem kaderisasi yang adaptif dan berkelanjutan.
Selain itu, ia menilai bahwa penguatan kader menjadi kunci utama dalam menjaga eksistensi organisasi di tengah perubahan global yang cepat.
Oleh karena itu, GP Ansor dituntut untuk terus melahirkan kader-kader yang tidak hanya militan, tetapi juga kompeten di berbagai bidang.
Dorong Kader Kuasai Ruang Strategis Digital
Lebih lanjut, Asep secara tegas mendorong GP Ansor agar mampu hadir di ruang-ruang strategis, khususnya di ranah digital. Ia menilai, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial.
βGP Ansor harus terus melakukan inovasi, terutama dalam menghadapi era digital dan globalisasi. Kader muda NU harus hadir di ruang-ruang strategis di tengah masyarakat,β ujarnya, Jum’at (24/4/2026).
Dengan demikian, kehadiran kader Ansor di ruang digital diharapkan mampu membawa nilai-nilai Islam moderat yang menyejukkan dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Tema Harlah Jadi Arah Gerak Nyata
Selanjutnya, Asep mengajak seluruh kader untuk menjadikan tema Harlah ke-92, yaitu βBersatu, Berperan untuk Negeriβ, sebagai pedoman nyata dalam berorganisasi.
Menurutnya, tema tersebut harus diwujudkan dalam aksi konkret, bukan hanya sebatas slogan.

βIni bukan hanya tema peringatan, tetapi visi besar. Pemuda NU harus menjadi bagian dari sejarah yang menulis masa depan peradaban,β katanya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya konsolidasi internal sekaligus penguatan peran eksternal organisasi dalam menjawab berbagai persoalan bangsa.
Peran Strategis Pemuda NU dalam Peradaban
Di sisi lain, Asep menilai bahwa pemuda NU memiliki posisi strategis dalam membangun peradaban yang berdaya dan berdampak luas.
Selama ini, GP Ansor telah menunjukkan kontribusi nyata melalui berbagai program pemberdayaan.
Mulai dari sektor pendidikan, sosial, kesehatan, hingga advokasi kebijakan publik, GP Ansor dinilai konsisten menghadirkan nilai-nilai Islam yang moderat dan rahmatan lil βalamin di tengah masyarakat.
Bahkan, kiprah tersebut semakin memperkuat posisi GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan yang relevan dan solutif dalam menjawab tantangan zaman.
Peran Global Membawa Islam Moderat
Tidak hanya di tingkat nasional, Asep juga menyoroti pentingnya peran pemuda Indonesia di kancah global. Ia menilai bahwa dunia saat ini membutuhkan wajah Islam yang damai dan menyejukkan.
βDunia hari ini membutuhkan wajah Islam yang ramah, yang menyejukkan, dan itu sudah lama diperlihatkan oleh GP Ansor,β ujarnya.
Oleh sebab itu, ia optimistis GP Ansor mampu menjadi representasi Islam moderat Indonesia di tingkat internasional, sekaligus berkontribusi dalam membangun peradaban dunia yang lebih inklusif dan berkeadaban. (ARIF).

