Skip to main content

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Hari Anak Nasional 2026 Jangan Biarkan Anak Kehilangan Rasa Aman

Hari Anak Nasional 2026 Jadi Momentum Perlindungan Anak Indonesia

Jakarta, NU Media Jati Agung โ€” Hari Anak Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menghadirkan ruang aman bagi tumbuh kembang anak di Indonesia.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengajak keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat bersinergi agar setiap anak memperoleh hak tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman.

KemenPPPA Tegaskan Perlindungan Anak Tanggung Jawab Bersama

Asisten Deputi Penyedia Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Kementerian PPPA, Ciput Eka Purwanti, menegaskan bahwa perlindungan anak memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Advertisement
Advertisement

โ€œPerlindungan anak tanggung jawab bersama. Oleh karena itu dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen menghadirkan ruang aman mendukung tumbuh kembang anak,โ€ kata Ciput Eka Purwanti dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Karena itu, KemenPPPA terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar perlindungan anak berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Advertisement
Advertisement

Gernas RANA Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Selain mengajak seluruh pihak berkolaborasi, Ciput menyampaikan bahwa Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA) menjadi salah satu upaya memperkuat perlindungan anak.

Program tersebut mengintegrasikan pencegahan kekerasan, perlindungan anak, penguatan keluarga, serta keamanan ruang digital.

Advertisement
Advertisement

โ€œPerlindungan anak harus dimulai dari keluarga melalui pengasuhan yang baik. Sekolah aman, ruang publik ramah anak, dan ruang digital sehat menekan risiko kekerasan terhadap anak,โ€ ucap Ciput.

Dengan demikian, perlindungan anak tidak hanya berlangsung di lingkungan keluarga, tetapi juga mencakup sekolah, ruang publik, dan dunia digital.

Advertisement
Advertisement

HAN 2026 Jadi Refleksi bagi Orang Dewasa

Lebih lanjut, Ciput menegaskan bahwa Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi peringatan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi orang dewasa dalam memenuhi hak-hak anak.

โ€œPersoalan anak hari ini mencerminkan tanggung jawab orang dewasa. Pengasuhan, pendampingan, dan lingkungan yang baik harus dihadirkan bagi setiap anak,โ€ ucap Ciput.

Advertisement
Advertisement

Oleh sebab itu, setiap orang dewasa memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Perayaan HAN 2026 Digelar hingga Daerah

Sementara itu, KemenPPPA melaksanakan peringatan Hari Anak Nasional 2026 secara desentralisasi hingga tingkat daerah.

Langkah tersebut bertujuan agar lebih banyak anak dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan.

Anak-anak akan memperoleh ruang untuk bermain, menyampaikan aspirasi, serta mengenal berbagai profesi sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan diri.

โ€œHari Anak Nasional 2026 dilaksanakan hingga daerah agar lebih banyak anak berpartisipasi. Anak dapat menyampaikan aspirasi, bermain, dan mengenal berbagai profesi,โ€ kata Ciput menegaskan. (ARIF)