Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

Gus Wahab: Asparagus Jadi Ruang Silaturahmi Antarputra Pesantren

Asparagus Pererat Hubungan Antarputra Pesantren

Jombang, NU Media Jati Agung — Asparagus menjadi ruang silaturahmi antarputra pesantren untuk mempererat hubungan, membangun keakraban, dan menjaga persatuan. KH. Abdul Wahab Yahya, S.Pdi atau Gus Wahab, menyampaikan hal tersebut dalam wawancara bersama Reporter NU Media Jati Agung, Jumat (28/8/2026).

Gus Wahab menjelaskan fungsi utama Asparagus dalam membangun hubungan antarputra pesantren. Ia menyebut wadah tersebut memberikan kesempatan bagi para Gus untuk saling mengenal.

Menurutnya, proses saling mengenal dapat membuka hubungan yang lebih dekat. Pertemuan juga dapat membangun keakraban antara para putra kiai dari berbagai pesantren.

para Gus ya, Aspirasi Para Gus. Jadi ininya tuh, fungsinya tuh supaya bisa saling kenal, bisa ta’aruf, bisa orang Jawa mengatakan tak kenal maka tak sayang. Supaya kenal, supaya akrab, bergaul, bagus kayak gitu.”

Gus Wahab menyebut Asparagus telah berdiri sejak sekitar 2009. Sejak saat itu, wadah tersebut terus mempertemukan para Gus dalam berbagai kesempatan.

Kurang lebih dari tahun 2009,” ungkapnya.

Keberadaan Asparagus menunjukkan perhatian terhadap hubungan antarputra pesantren. Para Gus dapat membangun komunikasi melalui berbagai kegiatan yang mempertemukan mereka.

Hubungan tersebut juga dapat memperkuat jejaring antarpesantren. Komunikasi yang terjalin secara rutin dapat membuka ruang kerja sama dalam berbagai bidang.

Silaturahmi Tanpa Batas dan Sekat

Gus Wahab menekankan pentingnya silaturahmi tanpa batas dalam hubungan antarpesantren. Ia ingin para Gus membangun hubungan tanpa melihat perbedaan latar belakang pesantren.

Tujuannya silaturahmi tanpa batas. Artinya, tanpa ada sekat, gitu ya. Biar semakin kenal. Kenal kan jadi dekat, persatuan. Lebih mengenal, lebih akrab antara sesama pondok pesantren.”

Ia menilai pertemuan antarputra pesantren dapat memperkuat rasa persatuan. Kedekatan tersebut juga dapat menumbuhkan rasa saling memahami.

Gus Wahab melihat hubungan yang kuat sebagai bagian penting dalam menjaga persatuan. Para Gus dapat memperluas pergaulan melalui komunikasi dan silaturahmi.

Kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada para Gus untuk mengenal karakter masing-masing. Hubungan personal dapat tumbuh melalui pertemuan yang berlangsung secara terbuka.

Dengan hubungan yang semakin dekat, para putra pesantren dapat membangun komunikasi lebih baik. Kondisi tersebut dapat mendukung hubungan antarpesantren dalam jangka panjang.

Asparagus Hadir Saat Momentum Muktamar

Gus Wahab menjelaskan hubungan Asparagus dengan momentum Muktamar Nahdlatul Ulama. Menurutnya, para Gus selalu memanfaatkan momentum tersebut untuk menggelar agenda silaturahmi.

Siap. Momen Muktamar itu pasti Asparagus menggelar yang namanya silaturahmi… silaturahmi super, super silaturahmi.”

Agenda tersebut menjadi salah satu ruang pertemuan para Gus dari berbagai daerah. Mereka dapat bertemu sekaligus mempererat hubungan antarputra pesantren.

Gus Wahab menyebut kegiatan serupa pernah berlangsung di Lampung. Kegiatan tersebut berlangsung di Wali Songo, Punduh Pedada.

Dulu di Lampung di Wali Songo, Punduh Pedada. Nah, sekarang di Jawa Barat, Darul Ulum, kelak di tempat saya.”

Kegiatan berikutnya berlangsung di Jawa Barat. Setelah itu, Gus Wahab menyebut tempatnya akan menjadi lokasi kegiatan pada kesempatan selanjutnya.

Rangkaian kegiatan tersebut mengikuti momentum Muktamar. Para Gus memanfaatkan kesempatan itu untuk memperkuat silaturahmi dalam suasana kekeluargaan.

Doakan Muktamar NU Berjalan Aman

Selain membahas Asparagus, Gus Wahab menyampaikan harapan terhadap pelaksanaan Muktamar NU ke-35. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman dan bermartabat.

Warga Nahdliyin harapannya dalam Muktamar… Saya berdoa mudah-mudahan acara Muktamar ini… Semoga Muktamar ini aman, bermartabat, dan ikhlas.”

Gus Wahab juga menekankan pentingnya menjaga nilai khidmah dalam Muktamar. Ia mengarahkan semangat tersebut kepada perjuangan para ulama pendiri Nahdlatul Ulama.

Artinya apa? Khidmah ke Mbah… Mbah-Mbah yang kemarin ya, Mbah Hasyim Asy’ari, Mbah Wahab.”

Menurutnya, nilai perjuangan para ulama harus terus mendapat perhatian. Semangat tersebut dapat menjadi landasan bagi warga Nahdliyin dalam menjalankan pengabdian.

Ia juga berharap kepemimpinan NU berikutnya mampu membawa organisasi menuju perkembangan yang lebih baik. Ia menyampaikan harapan tersebut dengan penuh optimisme.

Semoga entar kepemimpinan yang baru… bisa membawa NU ke depan semakin berjaya. Amin.”

Persatuan Menjadi Bagian Penting Silaturahmi

Gus Wahab menempatkan silaturahmi sebagai bagian penting dalam membangun persatuan. Ia melihat hubungan antarputra pesantren dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan organisasi.

Para Gus dapat saling mengenal melalui pertemuan dan komunikasi. Kedekatan tersebut dapat memperkuat hubungan antara satu pesantren dengan pesantren lainnya.

Asparagus juga menjadi ruang bagi para Gus untuk membangun pergaulan. Mereka dapat menjaga hubungan tanpa sekat melalui agenda silaturahmi.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai kekeluargaan yang berkembang di lingkungan pesantren. Hubungan yang kuat dapat membantu menjaga komunikasi antarkeluarga besar pesantren.

Gus Wahab berharap tradisi tersebut terus berjalan dalam berbagai momentum. Ia ingin silaturahmi tetap menjadi bagian dari perjalanan para putra pesantren.

Melalui Asparagus, para Gus memiliki ruang untuk memperkuat persaudaraan. Mereka juga dapat menjaga komunikasi dan membangun persatuan antarpesantren.

Harapan terhadap Muktamar juga menunjukkan perhatian Gus Wahab terhadap masa depan NU. Ia menginginkan proses organisasi berjalan aman, bermartabat, dan penuh keikhlasan.

Semangat khidmah menjadi pesan penting dalam pernyataannya. Ia mengajak warga Nahdliyin menjaga perjuangan yang telah dirintis para ulama.

Dengan demikian, Asparagus tidak hanya menjadi ruang pertemuan. Wadah tersebut juga menjadi sarana membangun keakraban dan memperkuat persatuan antarputra pesantren.