Gus Kautsar Dorong Musyawarah dan Kemaslahatan Bersama
JOMBANG, NU Media Jati Agung ā Kamis, 27 Agustus 2026 | 01.56 WIB ā Gus Kautsar menekankan pentingnya musyawarah dan kemaslahatan bersama dalam menentukan kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU).
K.H. Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar mengajak seluruh pihak untuk menempatkan kepentingan jam’iyah dan jamaah di atas kepentingan pribadi dalam setiap proses pemilihan pimpinan NU.
Selain membahas mekanisme pemilihan, Gus Kautsar juga mengingatkan pentingnya sikap rendah hati bagi seseorang yang menerima amanah kepemimpinan.
Menurutnya, setiap orang perlu memahami kapasitas dan kelemahan diri agar dapat menjalankan amanah dengan bijaksana.
Gus Kautsar Ingatkan Pentingnya Rendah Hati
Gus Kautsar menjelaskan bahwa seseorang perlu menghilangkan sikap bangga berlebihan terhadap diri sendiri. Oleh karena itu, kesadaran terhadap kemampuan dan keterbatasan diri perlu menjadi dasar dalam menjalankan amanah.
āMaka bagi kami, i’jab bi nafsih, merasa bangga pada diri sendiri itu mesti dihilangkan betul-betul. Orang itu kalau nggak ngerti kadar dirinya, dia akan mudah tergelincir ketika berjalan,ā ujar Gus Kautsar.
Kesadaran Diri dalam Menjalankan Amanah
Selanjutnya, Gus Kautsar menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki keterbatasan. Karena itu, seseorang perlu menyadari kelemahan dirinya ketika menerima dan menjalankan sebuah amanah.
āKami tahu betul bahwa kelemahan kami jauh lebih besar daripada apa yang bisa kami lakukan,ā katanya.
Gus Kautsar Harap Pimpinan NU Memiliki Kapasitas
Dalam dinamika pemilihan kepemimpinan Nahdlatul Ulama, Gus Kautsar berharap NU mendapatkan susunan kepengurusan dan pimpinan yang memiliki kapasitas serta kualitas untuk membawa organisasi ke arah yang lebih baik.
Selain itu, ia menilai pimpinan NU ke depan perlu mampu merangkul seluruh jamaah.
Dengan demikian, kepemimpinan tersebut dapat menjalankan amanah sesuai harapan para pendiri dan sesepuh NU.
āMoga-moga kita mendapatkan satu kepengurusan, satu pimpinan yang benar-benar kapabel, yang mempunyai kualitas, mampu merangkul jamaah ini dengan sebaik-baiknya sesuai harapan para pendiri dan para sesepuh,ā ujarnya.
Gus Kautsar Bahas Mekanisme Pemilihan
Terkait mekanisme pemilihan pimpinan, baik melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) maupun mekanisme one man one vote, Gus Kautsar menilai setiap gagasan memiliki nilai yang dapat menjadi pertimbangan.
Menurutnya, sistem Ahwa merupakan salah satu gagasan yang baik. Namun, para kiai tetap perlu mengedepankan musyawarah untuk mencapai kesepakatan yang membawa kemaslahatan bersama.
āBagaimana nanti Ketua dipilih oleh Ahwa, itu juga salah satu ide yang cukup baik. Tapi kalau dimusyawarahkan oleh para kiai dan ada kesepakatan dari kita semua, kalau memang di pandangan para kiai ada sebuah kemaslahatan, apa salahnya?ā katanya.
Musyawarah Pemilihan NU Utamakan Kemaslahatan
Gus Kautsar menilai musyawarah dapat menjadi ruang bagi para kiai untuk mempertimbangkan berbagai pandangan dalam menentukan arah kepemimpinan NU. Selanjutnya, kesepakatan bersama dapat membantu organisasi mengambil keputusan yang memberikan kemaslahatan bagi jam’iyah dan jamaah.
Oleh sebab itu, Gus Kautsar menekankan bahwa seluruh pihak perlu menempatkan kepentingan bersama sebagai pertimbangan utama dalam menentukan mekanisme pemilihan NU.
Kepentingan Jamaah Harus Menjadi Prioritas
Menurut Gus Kautsar, proses pemilihan dan kepemimpinan NU harus mengarah pada kemanfaatan bersama. Kepentingan pribadi maupun kelompok tidak boleh menggeser tujuan utama organisasi.
āYang penting ujung-ujungnya adalah proses kemanfaatan, kemaslahatan, dan fi maslahatil jama’ah. Untuk kepentingan jam’iyah dan jamaah, bukan untuk kepentingan pribadi-pribadi, tapi kepentingan bersama,ā tegasnya.
Dengan demikian, Gus Kautsar mengajak seluruh pihak untuk menjaga orientasi kepemimpinan NU pada kepentingan jam’iyah dan jamaah.
Gus Kautsar Nilai Nama yang Muncul Putra Terbaik NU
Mengenai sejumlah nama yang menguat dalam dinamika kepemimpinan NU, Gus Kautsar menilai mereka sebagai bagian dari putra-putra terbaik yang dimiliki Nahdlatul Ulama.
Ia berharap Allah SWT memberikan amanah kepemimpinan kepada sosok yang memiliki niat baik dan komitmen kuat untuk memajukan NU serta seluruh jamaah.
āNama-nama yang ada saya pikir salah satu dari sekian banyak putra-putra terbaik Nahdlatul Ulama. Moga-moga Allah takdirkan amanah ini ada di pundak beliau yang benar-benar memiliki satu rasa kemauan baik untuk kemajuan NU dan jamaah,ā ujarnya.
Setiap Tokoh Memiliki Kelebihan
Selain itu, Gus Kautsar menyampaikan bahwa setiap tokoh memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Meski demikian, ia menilai figur-figur yang telah muncul dalam pembicaraan publik memiliki kapasitas untuk mengemban amanah kepemimpinan.
āSiapapun saya pikir memiliki kelebihan masing-masing, walaupun mungkin pasti ada kelemahan-kelemahan tertentu. Insya Allah yang sudah muncul-muncul ini sudah sangat layak,ā pungkasnya.(Erwin Indra Saputra)

