Pemprov Lampung Dorong Gerakan Tanam Cabai Rumah Tangga
Bandar Lampung, NU Media Jati Agung – Gerakan tanam cabai menjadi langkah yang terus didorong Pemerintah Provinsi Lampung untuk menekan kenaikan harga pangan di pasaran.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengajak masyarakat memperkuat ketahanan pangan rumah tangga melalui penanaman cabai secara mandiri.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengatakan harga cabai merah saat ini mengalami peningkatan akibat tingginya permintaan pasar.
Ia menjelaskan kondisi kenaikan harga cabai memang kerap terjadi ketika pasokan dan produksi tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumen.
βMengenai pangan, saat ini memang harga cabai di pasaran, khususnya cabai merah sedang mengalami peningkatan permintaan,β ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung Marindo Kurniawan di Bandar Lampung, Senin.
Gerakan Tanam Cabai Dinilai Perkuat Ketahanan Pangan
Selain memantau harga pangan, Pemerintah Provinsi Lampung juga meminta pemerintah desa ikut memperluas gerakan tanam cabai di lingkungan rumah tangga.
Langkah tersebut dinilai mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan cabai sehari-hari sekaligus mengurangi dampak kenaikan harga.
βOleh karena itu kebijakan pemerintah daerah utamanya arahan Gubernur Lampung untuk mengatasi ini, salah satunya dengan mendorong masyarakat melalui peran kepala desa untuk memperluas gerakan menanam cabai. Tidak perlu banyak minimal untuk memenuhi ketersediaan cabai di rumah tangga masing-masing,β katanya.
Selanjutnya, pemerintah daerah juga memastikan distribusi cabai tetap berjalan lancar agar pasokan di pasar tidak terganggu.
βKemudian kami pun akan berupaya memastikan tataniaga cabai ini berjalan dengan baik, serta tidak ada kendala distribusi,β ucap dia.

Pemprov Lampung Awasi Harga Bawang Merah
Selain cabai, Pemerintah Provinsi Lampung turut melakukan pengawasan terhadap komoditas bawang merah yang juga sering mengalami kenaikan harga di pasaran.
Sebelum menyampaikan langkah antisipasi, Marindo Kurniawan menjelaskan produksi bawang merah di Lampung masih terbatas sehingga membutuhkan kerja sama antardaerah.
βKita ketahui bawang merah ini produksinya tidak banyak, jadi koordinasi, kolaborasi, dan kerjasama antar daerah akan terus di tingkatkan. Utamanya ke daerah penghasil bawang merah dan cabai baik di Jawa atau Sumatera agar bisa mengirimkan produksi dan hasil panennya ke Lampung,β tambahnya.
Harga Cabai di Lampung Mengalami Kenaikan
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) per Senin, 25 Mei 2026, sejumlah harga cabai di Provinsi Lampung mengalami kenaikan cukup signifikan di pasar tradisional.
Cabai merah besar naik 22,99 persen atau Rp13.600 menjadi Rp72.750 per kilogram. Selain itu, cabai merah keriting naik 25,96 persen atau Rp12.500 menjadi Rp60.650 per kilogram.
Sementara itu, cabai rawit hijau naik 8,5 persen atau Rp5.250 menjadi Rp67.000 per kilogram. Adapun cabai rawit merah naik 0,46 persen atau Rp350 menjadi Rp75.750 per kilogram.
(Ahmad Royani, S.H.I)

