Wamenaker Ungkap Program Magang Nasional 2026
JOMBANG, NU Media Jati Agung ā Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan 150 ribu kuota melalui Program Magang Nasional 2026. Program tersebut menyasar lulusan baru perguruan tinggi yang membutuhkan pengalaman sebelum memasuki dunia kerja.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, M.Si., IPU menjelaskan program tersebut. Ia menyampaikan penjelasan itu dalam wawancara bersama NU Media Jati Agung.
Wawancara berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mimbar, Jombang, Jawa Timur. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (28/8/2026).
Afriansyah Noor hadir sebagai salah satu pemateri dalam kegiatan Sinau Bareng bertajuk “Muktamirin Pinggiran“. Forum tersebut membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan masyarakat dan generasi muda.
Dalam kesempatan itu, Afriansyah Noor menjelaskan sejumlah kebijakan pemerintah. Pemerintah terus mendorong peningkatan kompetensi generasi muda melalui berbagai program ketenagakerjaan.
Ia juga menekankan pentingnya pengalaman kerja bagi lulusan baru. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat membantu lulusan menghadapi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Sasaran Khusus Lulusan Baru
Program Magang Nasional 2026 menyasar lulusan perguruan tinggi yang baru menyelesaikan pendidikan. Pemerintah menetapkan batas waktu maksimal satu tahun setelah peserta menyelesaikan pendidikan tinggi.
Skema tersebut memberikan kesempatan kepada lulusan baru untuk mengenal lingkungan kerja secara langsung. Peserta juga dapat mengembangkan keterampilan sesuai kebutuhan perusahaan.
Afriansyah Noor mengatakan pemerintah sengaja menyasar kelompok lulusan tersebut. Pemerintah ingin memberikan ruang kepada mereka sebelum memasuki persaingan kerja secara penuh.
“Program Magang Nasional ini adalah program yang betul-betul menyentuh kepada anak-anak kita yang baru lulus kuliah. Mereka itu kita pilih anak-anak yang baru tamat satu tahun,” ujarnya.
Pemerintah berharap program tersebut dapat mempertemukan lulusan baru dengan perusahaan. Pertemuan tersebut dapat membuka peluang kerja sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri.
Peserta Mengikuti Magang Selama Enam Bulan
Program tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menjalani proses magang selama enam bulan. Peserta juga mendapatkan pendidikan dan pembinaan selama mengikuti program.
Skema itu memungkinkan peserta mempelajari pola kerja secara langsung. Peserta juga dapat memahami tuntutan pekerjaan melalui pengalaman di perusahaan.
Pemerintah memberikan insentif kepada peserta selama mengikuti program. Besaran insentif mengikuti upah minimum yang berlaku pada daerah masing-masing.
“Mereka diberi pendidikan, belajar, bekerja, magang itu selama enam bulan diberikan gaji insentif sesuai dengan upah minimum daerah masing-masing,” kata Afriansyah Noor.
Kebijakan tersebut memberikan dukungan bagi peserta selama menjalani masa magang. Peserta dapat memperoleh pengalaman kerja sekaligus menerima insentif sesuai ketentuan.
Program itu juga memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan. Mereka dapat meningkatkan keterampilan teknis dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja.
Magang Membuka Peluang Kerja
Afriansyah Noor mengungkapkan hasil survei Kementerian Ketenagakerjaan terkait pelaksanaan program magang. Hasil survei tersebut menunjukkan peluang peserta untuk memperoleh pekerjaan setelah magang.
Menurutnya, sekitar 30 hingga 40 persen peserta langsung memperoleh pekerjaan. Perusahaan tempat peserta menjalani magang menjadi salah satu sumber rekrutmen.
“Sekitar 40 persen itu mereka diterima di perusahaan-perusahaan itu dari total 100 persen tadi,” jelasnya.
Angka tersebut menunjukkan manfaat program bagi peserta. Magang tidak hanya memberikan pengalaman, tetapi juga membuka peluang peserta untuk memperoleh pekerjaan.
Peserta dapat menunjukkan kemampuan mereka selama menjalani masa magang. Perusahaan juga dapat menilai kompetensi peserta berdasarkan kinerja mereka selama program berlangsung.
Kondisi tersebut menciptakan hubungan yang saling menguntungkan. Peserta memperoleh pengalaman, sedangkan perusahaan mendapatkan kesempatan mengenal calon tenaga kerja.
Pemerintah Ajak Perusahaan Tambah Rekrutmen
Pemerintah juga mendorong perusahaan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Afriansyah Noor secara khusus berharap sektor swasta membuka lebih banyak kesempatan bagi lulusan baru.
Kondisi ekonomi global memang menghadirkan tantangan bagi dunia usaha. Namun, pemerintah tetap mendorong perusahaan mengambil peran dalam memperluas kesempatan kerja.
Afriansyah Noor meminta perusahaan melihat potensi peserta magang. Para peserta telah mengikuti proses pembelajaran dan memperoleh pengalaman selama menjalankan program.
“Kita berusaha agar perusahaan-perusahaan terutama perusahaan-perusahaan swasta itu bisa mengambil lebih banyak lagi. Itu harapan kita,” tuturnya.
Pemerintah berharap perusahaan tidak berhenti pada program magang. Perusahaan juga dapat mempertimbangkan peserta untuk kebutuhan tenaga kerja setelah masa magang selesai.
Langkah tersebut dapat memperluas penyerapan tenaga kerja nasional. Pemerintah juga dapat mengurangi kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan perusahaan.
Sinergi Pemerintah dan Dunia Industri
Program magang membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha. Pemerintah menyediakan kebijakan dan skema program, sedangkan perusahaan memberikan pengalaman kerja kepada peserta.
Kolaborasi tersebut dapat memperkuat kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja. Peserta juga dapat memahami standar kerja yang berlaku dalam lingkungan profesional.
Perguruan tinggi turut memiliki peran dalam menyiapkan calon peserta. Lembaga pendidikan dapat membantu lulusan memahami peluang dan tuntutan dunia kerja.
Program tersebut juga dapat membantu lulusan membangun jejaring profesional. Hubungan dengan perusahaan dan sesama peserta dapat menjadi modal penting dalam perjalanan karier.
Kuota 150 Ribu Jadi Peluang Fresh Graduate
Pemerintah menyiapkan kuota mencapai 150 ribu peserta melalui Program Magang Nasional 2026. Jumlah tersebut membuka peluang bagi lulusan baru dari berbagai daerah untuk memperoleh pengalaman kerja.
Program tersebut juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk meningkatkan kompetensi. Pengalaman selama enam bulan dapat menjadi bekal ketika peserta mencari pekerjaan setelah menyelesaikan program.
Bagi perusahaan, program tersebut dapat menjadi sarana untuk mengenal calon tenaga kerja. Perusahaan dapat menilai kemampuan peserta berdasarkan pengalaman dan hasil kerja selama magang.
Bagi pemerintah, program tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat kesiapan tenaga kerja. Pemerintah juga dapat memperluas akses lulusan baru terhadap dunia industri.
Afriansyah Noor menyampaikan pesan tersebut dalam kegiatan Sinau Bareng di Jombang. Ia menempatkan peningkatan kompetensi sebagai bagian penting dalam menghadapi perubahan dunia kerja.
Para fresh graduate dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkaya pengalaman. Mereka juga dapat membangun keterampilan, memperluas jaringan, dan memahami budaya kerja.
Program Magang Nasional 2026 akhirnya menghadirkan peluang bagi lulusan baru untuk memulai perjalanan karier. Pemerintah berharap perusahaan ikut memperluas rekrutmen setelah peserta menyelesaikan masa magang.
Dengan kuota 150 ribu peserta, program tersebut memiliki ruang besar untuk menjangkau lulusan baru. Pelaksanaan yang konsisten dapat membantu mempertemukan talenta muda dengan kebutuhan dunia industri.

