NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Gus Muhail Bongkar 4 Tipe Manusia: Kamu Masuk yang Mana?

Gus Muhail Jelaskan Empat Tipe Manusia

Lampung Selatan, NU Media Jati Agung โ€” Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, memahami karakter manusia dalam menyikapi ilmu menjadi kunci penting dalam membangun sikap yang bijak.

Hal ini disampaikan oleh Gus Muhail saat memberikan refleksi kepada NU Media Jati Agung.

Dalam penjelasannya, Gus Muhail merujuk pada pandangan ulama besar Imam Al-Ghazali dalam karya monumentalnya, Ihya Ulumiddin.

Pada Juz 1 halaman 80, Imam Al-Ghazali mengutip perkataan Syekh Khalil bin Ahmad yang membagi manusia ke dalam empat golongan berdasarkan tingkat ilmu dan kesadarannya.

โ€œIni bukan sekadar teori, tapi panduan hidup. Kalau kita paham, kita tidak akan salah bersikap kepada orang lain,โ€ ujar Gus Muhail, kepada NU Media Jati Agung, pada Sabtu (25/4/2026).

Empat Golongan Manusia dalam Perspektif Ilmu

Pertama, orang berilmu (alim). Mereka mengetahui dan sadar bahwa dirinya mengetahui. Menurut Gus Muhail, golongan ini layak diikuti karena memiliki arah yang jelas dalam hidup.

โ€œKalau ingin selamat, dekatlah dengan orang alim,โ€ tegasnya.

Kedua, orang yang lalai (naโ€™im). Mereka sebenarnya memiliki ilmu, tetapi tidak sadar atau tidak mengamalkannya.

Terhadap golongan ini, Gus Muhail yang juga merupakan Wakil Katib MWCNU Jati Agung menekankan pentingnya mengingatkan dengan cara yang baik.

โ€œBukan dimusuhi, tapi dibangunkan,โ€ katanya.

Ketiga, pencari petunjuk (mustarsyid). Mereka tidak tahu, namun sadar bahwa dirinya tidak tahu.

Dalam pandangan Gus Muhail, kelompok ini memiliki potensi besar karena memiliki kerendahan hati untuk belajar.

Gambar Artikel

โ€œIni yang harus kita bimbing,โ€ jelasnya.

Keempat, orang jahil (jahil). Mereka tidak tahu dan tidak sadar bahwa dirinya tidak tahu. Golongan ini dinilai sulit diarahkan.

โ€œKalau sudah seperti ini, sebaiknya kita menjaga jarak agar tidak ikut terseret,โ€ ungkapnya.

Jangan Salah Bersikap

Lebih lanjut, Gus Muhail menegaskan bahwa pembagian ini bukan untuk menghakimi, melainkan sebagai panduan dalam bersikap di tengah masyarakat.

Menurutnya, tidak semua orang bisa diperlakukan dengan cara yang sama dalam konteks ilmu.

โ€œKadang kita capek sendiri karena memperlakukan semua orang sama. Padahal pendekatannya harus berbeda,โ€ ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa ilmu tidak cukup hanya dimiliki, tetapi harus disertai kesadaran. Tanpa itu, seseorang bisa saja masuk dalam kategori orang lalai.

Ajakan untuk Introspeksi

Di akhir penyampaiannya, Gus Muhail mengajak masyarakat, khususnya warga NU Kecamatan Jati Agung, untuk lebih banyak melakukan introspeksi diri.

โ€œJangan sibuk menilai orang lain. Tanyakan pada diri sendiri, kita ini ada di golongan yang mana,โ€ pungkasnya.

Refleksi ini diharapkan mampu menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa ilmu sejatinya bukan hanya untuk diketahui, tetapi juga untuk diamalkan dan menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (ARIF)