Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Dokter NU Dorong Ekosistem Pelayanan Kesehatan Jadi Agenda Strategis Muktamar Ke-35 NU

PDNU Usulkan Penguatan Ekosistem Kesehatan dalam Muktamar Ke-35 NU

JAKARTA, NU Media Jati Agung – Dokter NU dorong ekosistem pelayanan kesehatan jadi agenda strategis Muktamar Ke-35 NU. Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) menilai isu kesehatan perlu menjadi salah satu fokus utama dalam forum tertinggi organisasi tersebut.

Ketua Umum Pengurus Pusat PDNU, Muhammad S. Niam, mengatakan tantangan kesehatan masyarakat semakin kompleks. Menurutnya, NU perlu memperkuat peran dalam menghadapi berbagai persoalan, mulai dari penyakit menular, penyakit tidak menular, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi kesehatan.

“PDNU ingin membawa satu pesan utama bahwa kesehatan harus menjadi bagian penting dari khidmah Nahdlatul Ulama kepada umat dan bangsa,” ujar Niam kepada NU Online, Selasa (4/8/2026).

Advertisement
Advertisement

Tantangan Kesehatan Semakin Kompleks

Penyakit, Perubahan Iklim, hingga Transformasi Digital Jadi Perhatian

Selain itu, Niam menjelaskan tantangan kesehatan tidak lagi terbatas pada penyakit infeksi. Menurutnya, masyarakat kini juga menghadapi persoalan penyakit tidak menular, penuaan penduduk, kesehatan mental, persoalan gizi, perubahan iklim, bencana, kesehatan lingkungan, hingga transformasi digital di bidang kesehatan.

Advertisement
Advertisement

“Tetapi juga penyakit tidak menular, penuaan penduduk, perubahan iklim, bencana, kesehatan lingkungan, kesehatan mental, persoalan gizi, hingga transformasi digital dan perkembangan teknologi kedokteran,” katanya.

Oleh karena itu, PDNU mendorong kesehatan menjadi agenda strategis Nahdlatul Ulama. Niam menilai jaringan warga NU yang luas dapat menjadi kekuatan untuk memperluas edukasi, pencegahan penyakit, deteksi dini, dan pemberdayaan masyarakat.

Advertisement
Advertisement

“Potensi ini harus menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat yang lebih sehat melalui edukasi, pencegahan, deteksi dini, dan pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

PDNU Dorong Jejaring Layanan Kesehatan Terintegrasi

Perluas Peran Dokter Nahdliyin di Tengah Masyarakat

Advertisement
Advertisement

Selanjutnya, PDNU mengusulkan pembangunan sistem pelayanan kesehatan yang lebih terintegrasi. Menurut Niam, NU perlu memiliki jejaring fasilitas kesehatan yang profesional, bermutu, dan mampu menjangkau masyarakat hingga daerah dengan akses layanan kesehatan yang masih terbatas.

“Kita perlu membangun jejaring fasilitas kesehatan NU yang lebih terintegrasi, profesional, bermutu, dan mampu menjangkau masyarakat sampai ke daerah yang selama ini akses kesehatannya masih terbatas,” tegasnya.

Advertisement
Advertisement

Di samping itu, PDNU juga mendorong dokter dan tenaga kesehatan Nahdliyin memperluas perannya. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi klinisi, tetapi juga berperan sebagai penggerak promotif dan preventif, pendidik masyarakat, serta mitra pemerintah dalam menyelesaikan persoalan kesehatan bangsa.

Pesantren dan Perubahan Iklim Jadi Fokus Perhatian

Digitalisasi Kesehatan Harus Tetap Berlandaskan Etika

Lebih lanjut, Niam mengusulkan agar pesantren mengembangkan agenda kesehatan yang lebih sistematis. Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi lingkungan yang sehat melalui perhatian terhadap sanitasi, gizi santri, kesehatan reproduksi, kesehatan mental, kebersihan lingkungan, serta akses pelayanan kesehatan.

Sementara itu, PDNU juga meminta Nahdlatul Ulama memberikan perhatian serius terhadap dampak perubahan iklim. Cuaca ekstrem, banjir, kekeringan, polusi udara, dan perubahan pola penyakit dinilai semakin memengaruhi kesehatan masyarakat.

“NU perlu memiliki sistem kesiapsiagaan kesehatan berbasis komunitas untuk menghadapi perubahan tersebut,” ungkapnya.

Di bidang teknologi, Niam menekankan pentingnya digitalisasi kesehatan yang tetap berlandaskan etika.

“Kita harus siap menghadapi perkembangan telemedicine, rekam medis elektronik, kecerdasan buatan, dan berbagai teknologi kedokteran baru, tetapi tetap menempatkan keselamatan pasien, etika profesi, dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai landasan,” katanya.

PDNU Usung Semangat NU Sehat, Umat Sehat, Indonesia Kuat

Khidmah Kesehatan Berorientasi pada Kepentingan Umat

Pada akhirnya, Niam menegaskan bahwa khidmah kesehatan NU harus berorientasi pada kepentingan umat, bukan semata-mata pada pembangunan institusi kesehatan.

Menurutnya, keberhasilan PDNU tidak hanya diukur dari jumlah rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang dimiliki. Sebaliknya, keberhasilan itu tercermin dari meningkatnya derajat kesehatan masyarakat dan semakin mudahnya akses terhadap pelayanan kesehatan.

“Inilah semangat yang ingin kami bawa ke Muktamar yaitu NU sehat, umat sehat, Indonesia kuat. Karena itu motto PDNU memasuki abad kedua ini adalah Merawat Umat Menuju Indonesia Sehat,” pungkasnya.Ā (Erwin Indra Saputra)