Mengenal Biba Al-Harawiyah, Ahli Hadits Perempuan dan Karyanya

NU Media Jati Agung – Ummul Fadhl Biba Al-Harawiyah (wafat 477 H) merupakan ahli hadits perempuan yang sangat masyhur. Imam Ad-Dzahabi menggelarinya syaikhah (ulama yang sangat alim) yang telah sampai pada taraf musnidah (orang yang meriwayatkan hadits dengan sanadnya). Nama lengkapnya adalah Biba binti Abdusshamad bin ‘Ali bin Muhammad Al-Hartsamiyah Al-Harawiyah. (Ad-Dzahabi, Siyar A’lam al-Nubala’, […]
Mengenal Syuhdah Ad-Dinawariyah, Ahli Hadits Perempuan dan Karyanya

NU Media JAti Agung – Syuhdah binti Abu Nashr Ahmad Ad-Dinawari merupakan seorang kaligrafer (katibah), musnidatul ‘irâq (pemegang sanad hadits Iraq), dan dijuluki dengan fahrunnisa’ (kebanggaan para perempuan). Sering juga disebut dengan nama Syuhdah Al-Katibah (Syuhdah sang kaligrafer). Ia lahir di Baghdad setelah tahun 480 H. (Ad-Dzahabi, Siyarul A’lamin Nubala’, [Beirut, Muassasah Ar-Risalah: 2001], juz […]
KH Azizi Hasbullah, Pendekar Fiqih Lirboyo

NU Media Jati Agung – Tiada rasa kehilangan teramat dalam selain berpulangnya guru kita, kiai kita, seorang yang berjasa tiada tara mengajar dan mendidik kita dengan ilmu, doa dan keberkahannya. Hari ini Ahad, 21 Mei 2023, guru kita Romo KH Azizi Hasbullah, seorang pendekar fiqih Lirboyo Kediri dan pengurus PBNU wafat di RS Hasan Sadikin […]
Sultanah Aceh, Potret Perempuan Pemimpin Politik Abad 17

NU Media Jati Agung – Kepemimpinan perempuan masih terus diperdebatkan oleh masyarakat sampai hari ini. Banyak orang yang tidak sepakat dengan kemunculan perempuan sebagai pemimpin di tengah masyarakat secara publik, terlebih di ranah politik kenegaraan. Banyak hal yang melatari pandangan itu, mulai dari sisi agama, ideologi, hingga budaya patriarkhi yang menguasai mayoritas negeri. Dari sisi […]
Perjalanan Syekh Yusuf al-Makassari, dari Sulawesi Selatan hingga Afrika Selatan

NU Media Jati Agung – Sudah 324 tahun dalam perhitungan Masehi atau 333 tahun dalam hitungan Hijriah, Syekh Yusuf al-Makassari wafat di bumi nun jauh dari tanah kelahirannya. Ulama yang memegang sanad sejumlah tarekat ini wafat di Afrika Selatan pada 22 Mei 1699 M atau bertepatan dengan 22 Dzulqa’dah 1111 H sebagaimana dicatat Azyumardi Azra […]
Mengenal KH Abi Sudjak, Pendiri NU Sumenep Madura

NU Media Jati Agung – Sebelum mengenal lebih dalam sosok KH Abi Sudjak, muassis (pendiri) NU Sumenep, terlebih dahulu Nahdliyin mengenal almaghfurlah KH Muhammad Ilyas Syarqawi yang pertama kali mendapat mandat dari Rais Akbar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari untuk memimpin NU di tingkat cabang. Kepemimpinannya yang berlangsung selama 3 […]
Nyai Solichah, Bergerak di Politik, Bangun Kesejahteraan Wong Cilik

NU Media Jati Agung – Lahir dari pasangan KH Bisri Syansuri dan Nyai Hj Nur Chadijah pada 11 Oktober 1922, Nyai Solichah kecil bernama Munawwaroh. Nama Solichah sendiri muncul setelah ia menikah dengan KH Abdul Wahid Hasyim dan tinggal di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Besar dan tumbuh di lingkungan Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, […]
Ibn Majah, Muhaddits Mufassir dari Qazwayn

“Aku tinggalkan untuk kalian semua dua hal, yang mana kalian tidak akan tersesat selagi berpegangan pada keduanya. Kitab Allah dan sunnah (hadits) Nabi-Nya.” (HR Malik). (Malik, Al-Muwaththa’, [Abu Dhabi: Mu’assasah Zayed bin Sulthan Alu Nahyan, 2004]), juz V, halaman 1.323). Rasulullah saw menjamin keselamatan umatnya yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan hadits. Keduanya adalah dua […]
Imam An-Nasai, Pakar Hadits Sekaliber Al-Bukhari

NU Media Jati Agung – Bagi kebanyakan orang, empat kitab Sunan, Sunan An-Nasa’i, Sunan Abi Dawud, Sunan At-Tirmidzi, dan Sunan Ibn Majah) berada pada strata yang sama. Namun, bagi pengkaji ilmu hadits, Sunan An-Nasa’i terkesan berada di level yang berbeda dengan tiga kitab Sunan lainnya. Al-Hafizh Ibn Hajar dalam An-Nukat-nya membuat kesimpulan demikian: وفي الجملة […]
KH Ruhiat Cipasung, Sang Propagandis NU Tasikmalaya

NU Media Jati Agung – Selama ini, beberapa biografi tokoh NU di masa lalu, khususnya pada masa kolonial Belanda, ditulis tanpa menunjukkan aktivis di organisasi yang dipimpinnya. Seolah-olah perjuangan tokoh tersebut di NU sudah dimafhum begini begitu atau sama sebangun dengan tokoh-tokoh lain di daerah berbeda. Padahal seorang tokoh lahir dalam konteks dan perannya masing-masing. […]
