BPBL Lampung 2026 PLN Usulkan 30.669 Rumah Tangga
Bandar Lampung, NU Media Jati Agung – Program BPBL Lampung 2026 mendorong pemerataan akses listrik di Provinsi Lampung. Selain itu, PLN UID Lampung mengajukan 30.669 rumah tangga kurang mampu agar menerima bantuan sambungan listrik baru pada tahun 2026.
Cakupan 15 Kabupaten
PLN UID Lampung menargetkan 30.669 rumah tangga yang tersebar di 15 kabupaten di Provinsi Lampung.
Dengan demikian, program ini menjangkau wilayah yang luas dan menyasar masyarakat kurang mampu secara langsung.
Penjelasan Program BPBL
Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) memberikan fasilitas instalasi rumah, sambungan listrik, dan Sertifikat Laik Operasi (SLO) tanpa biaya.
Oleh karena itu, masyarakat penerima manfaat dapat menikmati listrik secara aman dan mandiri.
Sosialisasi dan Persiapan Pelaksanaan BPBL Lampung 2026
PLN UID Lampung memperkuat persiapan pelaksanaan Program BPBL Lampung 2026 melalui sosialisasi kepada mitra kerja.
Selain itu, PLN juga memperjelas mekanisme survei dan validasi data calon penerima manfaat.
Koordinasi dengan Kementerian ESDM
PLN UID Lampung menjalankan sosialisasi sebagai tindak lanjut arahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Selanjutnya, PLN memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra kerja agar program berjalan tepat sasaran.
General Manager PLN UID Lampung Rizky Mochamad menegaskan kesiapan pelaksanaan program tersebut.
“Berdasarkan data usulan BPBL Tahun 2026, sebanyak 30.669 rumah tangga di Provinsi Lampung yang tersebar di 15 kabupaten diusulkan menjadi penerima manfaat,” kata General Manager PLN UID Lampung Rizky Mochamad di Bandar Lampung, Senin.

Ia mengatakan BPBL merupakan program pemerintah yang bertujuan membantu rumah tangga kurang mampu memperoleh sambungan listrik baru tanpa biaya.
“Melalui program ini, masyarakat penerima manfaat akan mendapatkan instalasi rumah, sambungan listrik, dan Sertifikat Laik Operasi (SLO) secara gratis sehingga dapat menikmati listrik secara aman dan mandiri,” katanya.
Ia mengatakan bahwa sebagai tindak lanjut arahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PLN UID Lampung sedang menggelar sosialisasi kepada mitra kerja yang akan terlibat dalam pelaksanaan program.
“Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyamakan pemahaman terkait mekanisme survei, validasi data calon penerima manfaat, hingga proses penyambungan listrik di lapangan. Jadi kami terus mematangkan persiapan pelaksanaan BPBL melalui penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra kerja agar program berjalan tepat sasaran,” katanya.
Menurut dia, kehadiran program ini tentu dapat memperluas akses energi listrik sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
“Namun keberhasilan Program BPBL membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Kami siap mendukung penuh pelaksanaannya melalui koordinasi yang erat dengan pemerintah daerah, validasi data calon penerima manfaat, serta kesiapan personel dan peralatan agar proses penyambungan dapat berjalan lancar sesuai target yang ditetapkan,ā katanya.
Menurut Rizky, listrik memiliki peran penting dalam mendorong aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat oleh karena PLN berkomitmen menjaga kualitas pelaksanaan program di setiap tahapan.
“Melalui kolaborasi yang kuat antara Kementerian ESDM, pemerintah daerah, PLN, dan mitra kerja, Program BPBL 2026 diharapkan dapat mempercepat pemerataan akses energi serta menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di seluruh Provinsi Lampung,” katanya.
(Ahmad Royani, S.H.I)

