NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Bedah Rumah Lapas Lampung, Mbah Surip Terima Hunian Baru

Bedah Rumah Lapas Lampung Wujud Kepedulian Sosial Pemasyarakatan

Lampung Selatan, NU Media Jati Agung – Bedah Rumah Lapas Lampung resmi menghadirkan hunian baru bagi Mbah Surip di Dusun V Jatisari, Desa Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan.

Program tersebut menjadi bagian dari 15 akselerasi kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang mendorong kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, jajaran pemasyarakatan di Provinsi Lampung, perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Lampung, tokoh masyarakat, dan tamu undangan turut menghadiri peresmian rumah tersebut.

Melalui kegiatan itu, jajaran pemasyarakatan berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi penerima sekaligus memperkuat semangat berbagi kepada masyarakat.

Program Masuk Dalam 15 Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

Kalapas Metro Dr. Maulidi Hilal, S.H., M.Si., menjelaskan program bedah rumah menjadi salah satu dari 15 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Menurutnya, program tersebut juga mencerminkan kepedulian jajaran pemasyarakatan terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Ini adalah merupakan salah satu 15 akselerasi dari program Bapak Menteri Migrasi dan Pemasyarakatan. Di mana kegiatan-kegiatan sosial sebagai wujud dari kepedulian kita kepada masyarakat-masyarakat yang memang membutuhkan kepedulian kita” Ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya terlebih dahulu meninjau lingkungan sekitar sebelum menentukan penerima bantuan.

“Oleh karena itu, kemarin Pak Kalapas mencoba untuk melihat lingkungan sekitar mana yang memang perlu dibantu. Dan setelah tim kami menelusuri, rezeki jatuh di Mbah Surip, ya” Kata nya.

Selanjutnya, jajaran kepala satuan kerja pemasyarakatan di Lampung bersepakat membangun rumah tersebut.

“Dan akhirnya alhamdulillah kawan-kawan Kalapas, Karutan, Kabapas, dan Kepala Pembinaan Khusus Anak berembuk, kita sepakat untuk membangun rumah untuk Mbah Surip di sini, supaya ya beliau lebih nyaman. Mudah-mudahan ini menjadi rahmat dan kebahagiaan untuk Mbah Surip dan keluarga.” Pungkasnya.

Warga Binaan Ikut Membangun Rumah

Kalapas Metro Dr. Maulidi Hilal, S.H., M.Si., menjelaskan pembangunan rumah juga melibatkan warga binaan yang telah memenuhi persyaratan program asimilasi dan integrasi sosial.

Mereka memiliki keterampilan di bidang konstruksi sehingga ikut membantu proses pembangunan.

“Jadi, kan kami ada yang namanya untuk integrasi sosial, asimilasi. Jadi warga binaan yang sudah memenuhi syarat dan dia memang punya skill untuk dalam bidang pembangunan fisik, ya, sipil, nah mereka-mereka itulah yang membantu membangun rumah ini.” Ujarnya.

Ia menambahkan pembangunan rumah dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan lebih.

“Alhamdulillah dalam waktu 1 bulan 14 hari bisa terbangun, ya.”

Gambar Artikel

Program Tanamkan Kepekaan Sosial Warga Binaan

Selain membantu masyarakat, Maulidi Hilal, menilai kegiatan tersebut juga membangun karakter warga binaan agar memiliki kepedulian sosial ketika kembali ke tengah masyarakat.

“Ini adalah merupakan salah satu bentuk mengasah kepekaan sosial warga binaan yang ada di dalam. Bahwa lingkungan kita juga ada yang perlu, dan mereka melihat langsung memang bagaimana rumah asalnya, kemudian kita bangun di sini” Katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter warga binaan.

“Nah, ini mudah-mudahan dengan demikian bukan hanya membangun kepribadiannya mereka, tetapi juga kita membangun kepekaan sosial bagi warga binaan” Katanya.

Mbah Surip Juga Menerima Perlengkapan Rumah

Selain menerima rumah baru, Mbah Surip juga memperoleh berbagai perlengkapan rumah tangga hasil sumbangan jajaran pemasyarakatan sehingga rumah tersebut siap ditempati.

“Alhamdulillah ini dari teman-teman tadi sudah ya bersedekah ya, ini namanya sedekah. Masing-masing ada yang, ‘Saya ngisi tempat tidurnya.’ Ada dua kamar sudah terisi, ada kursi tamu, kemudian ada kompornya, lengkaplah untuk standar sebuah rumah, gitu,”ujarnya.

Program Bedah Rumah Akan Terus Dilanjutkan

Lebih lanjut pihaknya berharap program bedah rumah dapat terus berlanjut sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menunjukkan warga binaan mampu kembali memberikan manfaat bagi lingkungan.

“Nah, tentu kami merasakan bahwa mereka pun masih peduli kepada lingkungannya. Ini menghapus stigma bahwa di Lapas tidak melulu orang jahat, tapi mereka juga bisa kembali untuk berbakti, mengabdi kepada masyarakatnya,”ungkapnya.

Ia menegaskan tujuan pemasyarakatan ialah membangun kembali hubungan warga binaan dengan Tuhan, keluarga, masyarakat, dan negara.

“Karena tujuan dari pemasyarakatan adalah menyatukan kesatuan hubungan yang telah retak untuk menyatu kembali, yaitu hubungan antara dirinya dengan Tuhannya, dirinya dengan masyarakat dan keluarga, dan dirinya dengan negara. Ini semuanya sudah dapat dengan mereka melakukan pembangunan rumah ini,” kata dia.

Saat ditanya mengenai keberlanjutan program tersebut, Maulidi Hilal memastikan kegiatan serupa akan terus diupayakan.

“Insyaallah, ya, insyaallah. Karena yang kita bangun adalah semangat kepedulian. Jadi apa pun bentuknya, yuk kita sama-sama,”tutup nya. (AHMAD ROYANI,S.H.I.,)