NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Beasiswa Maroko: RMI PBNU Gelar Tes Terakhir Santri

Beasiswa Maroko Masuki Tahap Tes Akhir

Jakarta, NU Media Jati Agung – Program Beasiswa Maroko memasuki tahap akhir. Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (RMI) PBNU menggelar tes terakhir bagi puluhan santri calon penerima beasiswa dari Kementerian Wakaf Kerajaan Maroko. Tes berlangsung di Gedung PBNU, Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat.

RMI PBNU mengundang santri yang lolos seleksi administrasi dan tahapan sebelumnya untuk mengikuti tes akhir.

PBNU juga menanggung seluruh biaya seleksi. Fasilitas itu meliputi pembinaan bahasa, inkubasi, transportasi, dan penginapan peserta.

Seleksi Ketat dari Ratusan Pendaftar

Penanggung Jawab Program Beasiswa RMI PBNU, Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa peserta mengikuti proses muqobalah bersama pihak Wizarotul Awqof Kerajaan Maroko melalui Zoom.

Menurut Iqbal, seluruh peserta telah melewati rangkaian seleksi sebelum mengikuti tes akhir.

“Proses ini tidak tunggal, mereka yang mengikuti proses ini telah melalui seleksi administrasi Digdaya pesantren,” kata Iqbal dalam keterangannya yang di kutip dari NU Online, Ahad (28/6/2026).

Iqbal mengatakan sebanyak 300 santri mendaftar dalam program tersebut. Panitia kemudian menyeleksi 29 santri untuk mengikuti tahap akhir.

Selama proses seleksi berlangsung, PBNU memenuhi seluruh kebutuhan peserta.

RMI PBNU Dorong Santri Mengabdi kepada NU dan Pesantren

RMI PBNU berharap para penerima Beasiswa Maroko menjadi penggerak Nahdlatul Ulama selama belajar di luar negeri. Mereka juga diharapkan tetap berkontribusi setelah kembali ke Indonesia.

Gambar Artikel

Karena itu, setiap penerima beasiswa wajib mengabdi di pesantren asalnya.

Iqbal menegaskan komitmen RMI PBNU untuk membina para penerima beasiswa agar mampu berkontribusi bagi organisasi dan masyarakat.

“Komitmen dari RMI memfasilitasi santri-santri untuk menjadi penggerak NU baik nanti sudah di Maroko, mereka aktif di PCINU dan ketika pulang mereka diwajibkan mengandi ke pesantren masing-masing,” jelasnya.

Diharapkan Aktif di Kepengurusan NU

Selain mengabdi di pesantren, para penerima beasiswa juga diharapkan aktif dalam kepengurusan Nahdlatul Ulama. Mereka dapat berkontribusi mulai dari tingkat MWCNU, PCNU, hingga PWNU.

Iqbal menyebut sekitar 50 alumni penerima Beasiswa Maroko telah menyelesaikan studi. Kini mereka mengabdi di pesantren masing-masing.

“Jadi mereka yang sudah lulus, saya kira sudah ada 50 penerima beasiswa yang sudah lulus akan mengabdi ke pesantren masing-masing,” katanya.

(Ahmad Royani, S.H.I)