Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Pangan
Bandar Lampung, NU Media Jati Agung – Bantuan pangan Bandar Lampung menjangkau 102.624 keluarga penerima manfaat (KPM) untuk periode Februari-Maret 2026.
Pemerintah Kota Bandar Lampung menyalurkan bantuan itu ke seluruh wilayah kota guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan pemerintah terus memastikan setiap penerima manfaat memperoleh bantuan sesuai data penerima.
Eva Dwiana menegaskan pemerintah terus membantu masyarakat melalui program bantuan pangan dari Pemerintah Pusat.
βInsyaa Allah kebagian semua. Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Pemkot Rapel Bantuan untuk Dua Bulan
Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, Ichwan Adji Wibowo, menjelaskan pemerintah menyalurkan bantuan pangan untuk dua bulan sekaligus.
Ia menyebut masyarakat menerima 20 kilogram beras dan minyak goreng dalam satu tahap distribusi karena pemerintah menggabungkan penyaluran Februari dan Maret.
Ichwan Adji Wibowo menjelaskan Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan bantuan tersebut untuk masyarakat penerima manfaat.
βKarena ini penyaluran untuk dua bulan sekaligus, maka bantuan yang diterima masyarakat langsung dirapel,β ujarnya.

Setiap KPM Dapat Beras dan Minyak Goreng
Ichwan Adji Wibowo menerangkan setiap KPM memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng setiap bulan.
Namun, pemerintah menggabungkan penyaluran Februari dan Maret sehingga masyarakat menerima bantuan dalam jumlah lebih besar pada tahap distribusi kali ini.
“Namun, karena penyaluran dilakukan untuk dua bulan sekaligus, jumlah bantuan yang diterima masyarakat menjadi lebih besar dalam satu tahap distribusi,” pungkasnya.
Kecamatan dan RT Bantu Distribusi Bantuan
Pemerintah Kota Bandarlampung melibatkan pihak kecamatan, kelurahan, dan RT dalam proses distribusi bantuan pangan agar penyaluran berjalan tertib serta tepat sasaran.
Selain itu, Ichwan Adji Wibowo memastikan petugas menyerahkan bantuan langsung kepada masyarakat yang masuk dalam data penerima manfaat.
βKami pastikan seluruh bantuan diterima langsung oleh masyarakat yang telah terdata sebelumnya,β ujarnya. (Ahmad Royani, S.H.I)

