Karya Pemuda NU Lumajang Angkat Kepemimpinan Perempuan
Lumajang, NU Media Jati Agung — Atho’illah, pemuda Nahdlatul Ulama (NU) asal Lumajang, Jawa Timur, berhasil meraih penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui buku karyanya berjudul Women Leadership.
Buku setebal 1.062 halaman tersebut mengangkat gagasan, perjalanan, dan kepemimpinan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Ilfi Nur Diana.
Mengutip pemberitaan Kompas.com, Sabtu (31/10/2026), buku tersebut meraih penghargaan MURI dalam kategori buku biografi dengan jumlah halaman terbanyak.
Penyerahan penghargaan berlangsung dalam Sidang Senat Terbuka Dies Maulidiyah ke-65 dan Lustrum XIII UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Women Leadership Angkat Gagasan Kepemimpinan Perempuan
Buku Women Leadership memuat gagasan pengembangan perguruan tinggi keagamaan Islam, khususnya di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Selain itu, buku tersebut mengulas program prioritas dan capaian kepemimpinan Ilfi Nur Diana selama satu tahun pengabdian.
Melalui karyanya, Atho’illah menghadirkan pemikiran dan pengalaman kepemimpinan perempuan di lingkungan perguruan tinggi.
Pembahasan tersebut juga mengangkat peran perempuan dalam mendorong perubahan dan membentuk karakter generasi muda.
Sebelumnya Tulis Buku tentang Gus Kikin
Prestasi di bidang literasi ini bukan karya pertama Atho’illah. Sebelumnya, ia menulis buku berjudul Pemimpin Menyejukkan yang mengangkat gagasan dan biografi KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Atas pencapaian tersebut, Gus Kikin menyampaikan apresiasi. Ia berharap penghargaan MURI dapat memotivasi Atho’illah untuk terus menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Semoga berkah dan menjadi motivasi untuk terus berkarya serta memberi kemanfaatan bagi Nahdliyin dan generasi muda NU,” tutur Gus Kikin.
Rektor UIN Malang Beri Apresiasi
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ilfi Nur Diana, turut mengapresiasi ketekunan Atho’illah dalam menyelesaikan buku tersebut.
Menurutnya, pencapaian itu mencerminkan dukungan lingkungan akademik terhadap lahirnya karya-karya baru.
Ia berharap penghargaan MURI tersebut dapat mendorong sivitas akademika untuk terus berkarya sekaligus menginspirasi generasi muda.
“Prestasi MURI ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya,” ujarnya.
Penghargaan tersebut menjadi salah satu pencapaian Atho’illah dalam dunia literasi. Melalui Women Leadership, ia menghadirkan pembahasan mengenai kepemimpinan perempuan sekaligus perjalanan seorang tokoh akademisi. (Resmi Januari, S.H.,)

