NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Asri Tapis Lampung Angkat Wastra Tradisional ke Modern

Asri Tapis Lampung Jaga Warisan Budaya

Bandar Lampung, NU Media Jati Agung โ€“ Asri Tapis Lampung terus menjaga warisan budaya melalui inovasi wastra tradisional yang tetap relevan di era modern.

Kain tapis tidak hanya berfungsi sebagai busana adat, tetapi juga mencerminkan nilai spiritual dan status sosial masyarakat Lampung.

Selain itu, perajin tetap mempertahankan teknik manual dalam proses pembuatan. Mereka menggunakan alat tradisional bernama tekang, kemudian menyulam benang emas dengan teknik cucuk khas.

Proses tersebut membutuhkan ketelitian tinggi karena satu kain dapat dikerjakan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Lebih lanjut, setiap kain memiliki karakter unik karena seluruh proses dilakukan secara manual.

Bahkan, penggunaan pewarna alami dari tumbuhan lokal juga menunjukkan komitmen terhadap kelestarian lingkungan.

Makna Alam dalam Setiap Motif

Selanjutnya, setiap motif pada kain tapis mengandung filosofi mendalam tentang kehidupan.

Perajin mengambil inspirasi dari alam seperti bunga, pohon, burung, hingga gajah.

Selain itu, motif kapal melambangkan perjalanan hidup manusia.

Oleh karena itu, kain tapis menjadi simbol hubungan erat antara manusia dan alam sebagai sumber kehidupan.

Perpaduan Tapis dan Batik

Di sisi lain, Asri Tapis Lampung terus berinovasi dengan memadukan batik dan sulaman tapis.

Hasilnya, produk menjadi lebih fleksibel untuk berbagai acara, baik formal maupun semi-formal.

Dengan demikian, tapis tidak hanya menjadi koleksi, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup modern yang fungsional.

Peran Ekonomi dan Pemberdayaan Perempuan

Selain melestarikan budaya, Asri Tapis Lampung juga berperan dalam menggerakkan ekonomi kreatif.

Usaha ini memberdayakan perempuan di pedesaan sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya.

Di samping itu, harga kain yang mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah mencerminkan nilai kerja keras, ketelitian, serta makna budaya yang tinggi.

Produktif Saat Suami Bertugas

Sementara itu, para istri prajurit Yonif 143/Tri Wira Eka Jaya tetap produktif saat suami bertugas di Papua.

Mereka memanfaatkan waktu dengan mengembangkan kerajinan tapis melalui kegiatan UMKM.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXIV Yonif 143 menjelaskan latar belakang kegiatan tersebut.

โ€œSaat ini karena kebetulan kami sedang ditinggal penugasan oleh para suami-suami kami, kami berusaha untuk membuat aktivitas positif bagi seluruh istri prajurit, salah satunya dengan belajar menapis,โ€ ujar Novla.

Selain itu, kegiatan tersebut mendapat dukungan dari anggota yang memiliki keahlian khusus.

โ€œKebetulan sekali pada kesempatan kali ini kami memiliki satu orang istri prajurit yang memiliki keahlian menapis, sehingga kami meminta bantuan beliau untuk bisa membantu rekan-rekan yang lainnya belajar menapis,โ€ katanya.

Dari Kain hingga Aksesoris

Anggota Persit tidak hanya membuat kain tapis, tetapi juga mengembangkan produk lain.

โ€œAda makrame di sini, kemudian juga kita belajar memanfaatkan sisa-sisa kain tapis untuk bisa diolah kembali menjadi barang-barang yang serbaguna, contohnya seperti tempat tisu, kalung, bros-bros yang bernuansa tapis,โ€ ujar Novla.

Selain itu, mereka juga berupaya mengenalkan tapis kepada masyarakat luas.

โ€œTentu saja karena kain tapis adalah kain khas daerah Lampung, sehingga kita berupaya untuk memperkenalkan kain tapis kepada khalayak ramai bahwasanya kain tapis itu kain wastra di mana kita harus bisa melestarikan dan memperkenalkan pada anak cucu kita nanti,โ€ ucapnya.

Usaha Fleksibel dan Menambah Ekonomi

Salah satu perajin, Asri, telah menekuni usaha tapis selama tiga tahun dan aktif mengajar anggota lainnya.

โ€œKurang lebih sudah tiga tahun untuk menekuni usaha tapis Lampung ini. Kemudian di Persit sendiri, ada kegiatan seperti mengajarkan pada ibu-ibu yang lainnya cara menapis supaya ada kegiatan yang positif di dalam asrama ini,โ€ kata Asri.

Ia memilih usaha tersebut karena fleksibel dan mendukung ekonomi keluarga.

โ€œSaya memilih tapis Lampung karena menapis, menyulam itu adalah kegiatan yang sangat fleksibel, jadi bisa saya lakukan di saat waktu-waktu yang senggang. Selain itu juga tapis itu menambah ekonomi untuk membantu perekonomian keluarga saya,โ€ ujarnya.

Selain itu, ia tidak mengalami kendala berarti dalam menjalankan usaha.

โ€œUntuk kesulitannya sendiri tidak ada ya, karena kegiatan menapis itu adalah kegiatan fleksibel. Jadi bisa saya kerjakan di saat anak sekolah, setelah saya pulang kerja, dan bisa saya juga lakukan ketika malam hari, ketika nonton TV,โ€ tuturnya.

Pasar Lokal hingga Nasional

Produk tapis yang dihasilkan tidak hanya berupa kain, tetapi juga fashion modern.

โ€œYang lebih diproduksi yaitu kain. Jadi batik yang ditapis, kemudian bisa digunakan juga untuk fashion seperti baju, outer, rok, jadi bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang formal juga,โ€ kata dia.

Untuk pemasaran, Asri memanfaatkan media sosial dan promosi langsung.

โ€œBiasanya dijual di Lampung dan juga luar Lampung. Penjualannya lebih ke sosmed dan dari mulut ke mulut. Paling jauh pernah sampai Jakarta dan sampai Solo,โ€ ujarnya.

Kesimpulan

Dengan demikian, Asri Tapis Lampung tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mengembangkan ekonomi kreatif.

Bahkan, para istri prajurit turut berperan aktif dalam melestarikan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

(Ahmad Royani, S.H.I)