Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG – Aktual Informatif dan Terkini

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

ASITA Lampung Travel Fair 2026 Perkuat Promosi Wisata Mancanegara

Konektivitas Lampung-Malaysia Jadi Fokus Pemerintah dan Pelaku Industri Pariwisata

BANDAR LAMPUNG, NU MEDIA JATI AGUNG – ASITA Lampung Travel Fair 2026 menjadi salah satu upaya memperkuat promosi pariwisata Provinsi Lampung ke pasar internasional.

Kegiatan ini mempertemukan pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata untuk membahas potensi wisata serta konektivitas penerbangan langsung Lampung-Malaysia.

DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Provinsi Lampung bekerja sama dengan Tourism Malaysia dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Pameran berlangsung di Atrium Hall Chandra Mall, Tanjungkarang, Bandar Lampung.

Dalam kegiatan itu, para pemangku kepentingan membahas strategi meningkatkan kunjungan wisatawan dari Malaysia ke Lampung.

Mereka juga menyoroti peluang perjalanan masyarakat Lampung menuju Malaysia.

Potensi ekonomi pariwisata daerah turut menjadi perhatian. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Ir. Tony Ferdinansyah, S.T., M.T., menyampaikan bahwa sektor pariwisata memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Lampung.

Ia menyebut kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pariwisata mencapai lebih dari Rp55 triliun.

Angka tersebut setara hampir 10 persen dari total PDRB Provinsi Lampung.

Tony Ferdinansyah Tekankan Pentingnya Konektivitas

Tony menjelaskan, Lampung memiliki beragam destinasi wisata unggulan. Beberapa di antaranya Gunung Krakatau, Taman Nasional Way Kambas, Pulau Pahawang, dan Teluk Kiluan.

Selain wisata alam, Lampung juga memiliki komoditas kopi robusta yang berpotensi menarik wisatawan. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan akses transportasi yang memadai.

“Lampung punya modal kuat… Namun modal belum cukup bila wisatawan sulit menjangkaunya. Di sinilah konektivitas menjadi kunci. Kabar baiknya, kita memiliki penerbangan langsung ke Kuala Lumpur,” ungkap Tony Ferdinansyah.(01/11/2026)

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan rute penerbangan internasional tersebut. Menurutnya, promosi awal perlu diikuti peningkatan kunjungan wisatawan secara konsisten.

Dengan demikian, konektivitas Lampung-Malaysia dapat terus berkembang. Peningkatan jumlah penumpang juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan rute penerbangan tersebut.

ASITA Bahas Strategi Menarik Wisatawan Malaysia

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ASITA Lampung, Ahmad Al-Akrhan, S.S., turut membahas strategi pengembangan pasar wisata internasional.

Dalam diskusi tersebut, Ahmad bersama sejumlah narasumber dari unsur perhimpunan hotel dan pelaku usaha perjalanan wisata membahas peluang menarik wisatawan Malaysia.

Beberapa pelaku industri yang turut disebut antara lain Arkan dan Dedy Utada.

Ahmad menjelaskan, pelaku industri perlu memahami karakteristik wisatawan Malaysia. Wisata belanja dan kuliner menjadi dua daya tarik yang dapat dikembangkan melalui paket perjalanan.

Karena itu, agen perjalanan perlu menawarkan paket wisata yang lebih beragam.

Paket tersebut dapat menggabungkan wisata alam, konservasi, budaya, belanja, dan kuliner.

“Kita harus bisa membaca peluang pasar dari karakteristik wisatawan Malaysia. Selain belanja dan kuliner, kita integrasikan paket wisata dengan destinasi unggulan lainnya agar length of stay (lama tinggal wisatawan) di Lampung semakin meningkat,” ujar Ahmad Al-Akrhan dalam diskusi tersebut.

Ia berharap strategi tersebut dapat memperpanjang masa tinggal wisatawan. Dengan begitu, wisatawan berpeluang mengunjungi lebih banyak destinasi di Lampung.

Infrastruktur dan Kolaborasi Jadi Perhatian

Selain promosi paket wisata, diskusi ASITA Lampung Travel Fair 2026 juga menyoroti kesiapan infrastruktur pariwisata.

Para pemangku kepentingan membahas sejumlah kebutuhan pendukung.

Di antaranya evaluasi retribusi daerah di kawasan wisata pantai, peningkatan kenyamanan transportasi darat, serta integrasi transportasi laut.

Berbagai aspek tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor.

Pemerintah daerah, maskapai penerbangan, pengelola hotel, dan asosiasi pariwisata perlu membangun kerja sama.

Melalui kolaborasi tersebut, ASITA Lampung berharap travel fair tidak hanya mendorong penjualan paket perjalanan.

Kegiatan ini juga diharapkan menarik lebih banyak wisatawan Malaysia untuk berkunjung ke Lampung.

ASITA Lampung Travel Fair 2026 menjadi salah satu upaya memperluas promosi pariwisata daerah.

Melalui konsep wisata dua arah, Lampung berpeluang memperkuat pasar perjalanan internasional sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.(Erwin indra saputra)