Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

9 Kyai Terpilih, Ini Formasi AHWA Muktamar ke-35 NU Tambakberas

AHWA Muktamar ke-35 NU Tetapkan 9 Kyai Terpilih

Jawa Timur, NU Media Jati Agung— Sembilan kyai dan ulama sepuh terpilih menjadi anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026).

Mereka terpilih setelah meraih suara tertinggi dari 34 nama ulama yang masuk dalam daftar usulan muktamirin.

Rekapitulasi penghitungan mencatat 4.703 suara sah. KH. Nurul Huda Djazuli menjadi peraih suara tertinggi dengan 485 suara, disusul TGK. KH. Nuruzzahri Yahya dengan 477 suara dan AG. Dr. KH. Baharuddin HS, MA, dengan 392 suara.

KH. Nurul Huda Djazuli Raih Suara Tertinggi

Berdasarkan rekapitulasi akhir, KH. Nurul Huda Djazuli menempati urutan pertama dengan 485 suara atau 10,3 persen dari total suara sah.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, tersebut menjadi ulama dengan perolehan suara tertinggi dalam pemilihan anggota AHWA.

TGK. KH. Nuruzzahri Yahya Menempati Posisi Kedua

Ulama asal Aceh, TGK. KH. Nuruzzahri Yahya atau Waled Nu, berada di posisi kedua dengan 477 suara atau 10,1 persen.

Sementara itu, AG. Dr. KH. Baharuddin HS, MA, menempati posisi ketiga dengan perolehan 392 suara atau 8,3 persen.

KH. Miftachul Akhyar Berada di Posisi Keempat

Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya sekaligus petahana, KH. Miftachul Akhyar, menempati posisi keempat dengan 350 suara atau 7,4 persen.

Foto Ahmad Royani: Hadi Winoto dan Erwin Indra Saputra, liputan langsung di GSG.

Kemudian, ulama pakar fiqih asal Situbondo, KH. Afifuddin Muhajir, berada di posisi kelima dengan 339 suara atau 7,2 persen.

KH. Anwar Iskandar dan KH. Anwar Manshur Masuk 9 Besar

Ketua MUI Jawa Timur, KH. Anwar Iskandar, menempati posisi keenam dengan 326 suara atau 6,9 persen.

Selanjutnya, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, KH. Anwar Manshur, berada di peringkat ketujuh setelah memperoleh 303 suara atau 6,4 persen.

Buya Said Aqil Siroj dan Abun Bunyamin Lengkapi Formasi

Dua nama terakhir melengkapi sembilan anggota AHWA terpilih. Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj berada di posisi kedelapan dengan 273 suara atau 5,8 persen.

Adapun Dr. KH. Abun Bunyamin, MA, menempati posisi kesembilan dengan 268 suara atau 5,7 persen.

Dengan demikian, sembilan kiai dan ulama tersebut memperoleh mandat untuk bermusyawarah dalam menetapkan Rais Aam PBNU periode mendatang.

Rekapitulasi AHWA Muktamar ke-35 NU Capai 4.703 Suara

Pemungutan Suara Melibatkan Enam Zona

Proses pemungutan suara anggota AHWA melibatkan enam kelompok atau daerah pemilihan yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

Rekapitulasi akhir mencatat total 4.703 suara sah. Zona keempat mencatat jumlah suara terbanyak dengan 936 suara.

Berikutnya, zona kedua menyumbang 864 suara, zona ketiga 855 suara, zona kelima 718 suara, zona keenam 688 suara, dan zona pertama 642 suara.

Persaingan Ketat Terjadi di Luar Sembilan Besar

Persaingan dalam daftar 34 nama ulama juga berlangsung ketat di posisi setelah sembilan besar.

KH. Muhammad Wildan Salman menempati posisi ke-10 dengan 250 suara atau 5,3 persen.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, berada di posisi ke-11 dengan 213 suara atau 4,5 persen.

Sejumlah ulama lainnya juga memperoleh dukungan. KH. Ali Kholil meraih 144 suara, TGH. Ma’arif Ma’mun 138 suara, Dr. KH. Manarul Hidayat 134 suara, dan KH. Munif Zuhri dari Girikusumo memperoleh 121 suara.

Gus Mus dan Ma’ruf Amin Mendapat Dukungan

Selain itu, KH. Abdullah Ubab Maimoen memperoleh 102 suara. Ulama kharismatik asal Rembang, KH. Ahmad Musthofa Bisri atau Gus Mus, mendapatkan 96 suara.

Kemudian, KH. Ubaidillah Shodaqoh meraih 70 suara, KH. Ali Akbar Marbun 61 suara, dan Wakil Presiden RI Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin memperoleh 48 suara.

Beberapa tokoh nasional dan ulama pesantren lainnya juga mendapatkan dukungan dengan perolehan di bawah satu persen.

Sejumlah Nama Memperoleh Suara di Bawah Satu Persen

Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim memperoleh 42 suara atau 0,9 persen. KH. Ahmad Muhtadi Dimyati atau Buya Muhtadi dari Banten mendapatkan 25 suara atau 0,5 persen.

Selanjutnya, KH. Moch. Chozin Adenan meraih 20 suara atau 0,4 persen, sedangkan TGH. Turmudzi Badaruddin memperoleh 11 suara atau 0,2 persen.

Dirjen Bimas Islam Prof. Dr. KH. Kamaruddin Amin memperoleh 5 suara atau 0,1 persen. Sementara itu, Habib Syeikh Abdul Rahim Puang Makka mendapatkan 2 suara.

Sejumlah nama lainnya masing-masing memperoleh satu suara atau 0,0 persen, yaitu Dr. KH. Afepuddin, KH. Nailuzzahri, KH. Zuhri Zaini, KH. Mustafa Bakri Nasution, Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, KH. M. Nuh Ad-Dawami, KH. Hasib Wahab Hasbullah, serta KH. Moh. Mudatsir Badruddin.

Sembilan Anggota AHWA Bersiap Menetapkan Rais Aam

AHWA Gunakan Mekanisme Musyawarah Mufakat

Mekanisme AHWA menggunakan sistem musyawarah mufakat yang melibatkan ulama sepuh berintegritas tinggi untuk menentukan kepemimpinan tertinggi di tubuh Nahdlatul Ulama.

Setelah proses rekapitulasi selesai, sembilan anggota AHWA terpilih akan menggelar sidang tertutup.

Forum tersebut akan merumuskan pertimbangan dan menetapkan sosok yang akan memangku amanah sebagai Rais Aam PBNU periode mendatang.

Dengan terpilihnya sembilan anggota tersebut, proses pemilihan melalui mekanisme AHWA dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU memasuki tahap berikutnya, yakni penetapan Rais Aam PBNU. (ARIF)