Ya-Sin (يس)
Yas Sin
وَٱلۡقُرۡءَانِ ٱلۡحَكِيمِ
(٢)
2. wal-qur'ânil-ḥakîm
Demi Alquran yang penuh hikmah
إِنَّكَ لَمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ
(٣)
3. innaka laminal-mursalîn
sungguh, engkau (Muhammad) adalah salah seorang dari rasul-rasul
عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ
(٤)
4. 'alâ ṣirâṭim mustaqîm
(yang berada) di atas jalan yang lurus
تَنزِيلَ ٱلۡعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ
(٥)
5. tanzîlal-'azîzil-raḥîm
(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang
لِتُنذِرَ قَوۡمٗا مَّآ أُنذِرَ ءَابَآؤُهُمۡ فَهُمۡ غَٰفِلُونَ
(٦)
6. litundzira qawmal-mâ undzira âbâ'uhum fa hum gâfilûn
agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai
لَقَدۡ حَقَّ ٱلۡقَوۡلُ عَلَىٰٓ أَكۡثَرِهِمۡ فَهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ
(٧)
7. laqad ḥaqqal-qaulu 'alâ aktsarihim fa hum lâ yu'minûn
Sungguh, pasti berlaku perkataan (hukuman) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman
إِنَّا جَعَلۡنَا فِيٓ أَعۡنَٰقِهِمۡ أَغۡلَٰلٗا فَهِيَ إِلَى ٱلۡأَذۡقَانِ فَهُم مُّقۡمَحُونَ
(٨)
8. innâ ja'alnâ fî a'nâqihim aghlâlan fa hiya ilal-ażqâni fa hum muqmaḥûn
Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah
وَجَعَلۡنَا مِنۢ بَيۡنِ أَيۡدِيهِمۡ سَدّٗا وَمِنۡ خَلۡفِهِمۡ سَدّٗا فَأَغۡشَيۡنَٰهُمۡ فَهُمۡ لَا يُبۡصِرُونَ
(٩)
9. wa ja'alnâ mim baini aydîhim saddanw-wa min khalfihim saddan fa aghsyainâhum fa hum lâ yubṣirûn
Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat
وَسَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡ ءَأَنذَرۡتَهُمۡ أَمۡ لَمۡ تُنذِرۡهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ
(١٠)
10. wa sawâ'un 'alaihim a-andzartahum am lam tundzirhum lâ yu'minûn
Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan kepada mereka atau engkau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman juga
إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ ٱتَّبَعَ ٱلذِّكۡرَ وَخَشِيَ ٱلرَّحۡمَٰنَ بِٱلۡغَيۡبِۖ فَبَشِّرۡهُ بِمَغۡفِرَةٖ وَأَجۡرٖ كَرِيمٍ
(١١)
11. innamâ tundziru manittaba'aż-żikr wa khasyiyar-raḥmâna bil-ghaib, fabassyirhu bimagfiratinw-wa ajrin karîm
(Sesungguhnya engkau hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan717) dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, walaupun mereka tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia
إِنَّا نَحۡنُ نُحۡيِ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَنَكۡتُبُ مَا قَدَّمُواْ وَءَاثَٰرَهُمۡۚ وَكُلَّ شَيۡءٍ أَحۡصَيۡنَٰهُ فِيٓ إِمَامٖ مُّبِينٖ
(١٢)
12. innâ naḥnu nuḥyil-mawtâ wa naktubu mâ qaddamû wa âtsârahum, wa kulla syai'in aḥṣainâhu fî imâmim-mubîn
Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauḥ Maḥfūẓ)
وَٱضۡرِبۡ لَهُم مَّثَلًا أَصۡحَٰبَ ٱلۡقَرۡيَةِ إِذۡ جَآءَهَا ٱلۡمُرۡسَلُونَ
(١٣)
13. wadrib lahum matsalan aṣ-ḥâbal-qaryah, iż jâ'ahal-mursalûn
Dan buatlah suatu perumpamaan bagi mereka, yaitu penduduk suatu negeri, ketika utusan-utusan datang kepada mereka
إِذۡ أَرۡسَلۡنَآ إِلَيۡهِمُ ٱثۡنَيۡنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزۡنَا بِثَالِثٖ فَقَالُوٓاْ إِنَّآ إِلَيۡكُم مُّرۡسَلُونَ
(١٤)
14. iż arsalnâ ilaihimutsnaini fa kazzabûhumâ fa 'azzaznâ bitsâlitsin fa qâlû innâ ilaikum mursalûn
(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga (utusan itu) berkata, "Sungguh, kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu
قَالُواْ مَآ أَنتُمۡ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا وَمَآ أَنزَلَ ٱلرَّحۡمَٰنُ مِن شَيۡءٍ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا تَكۡذِبُونَ
(١٥)
15. qâlû mâ antum illâ basyarum mitslunâ wa mâ anzalar-raḥmânu min syai'in in antum illâ takdhibûn
Mereka (penduduk negeri) menjawab, "Kamu ini hanyalah manusia seperti kami, dan (Allah) Yang Maha Pengasih tidak menurunkan sesuatu apa pun; kamu hanyalah pendusta belaka
قَالُواْ رَبُّنَا يَعۡلَمُ إِنَّآ إِلَيۡكُمۡ لَمُرۡسَلُونَ
(١٦)
16. qâlû rabbunâ ya'lamu innâ ilaikum lamursalûn
Mereka berkata, "Tuhan kami mengetahui sesungguhnya kami adalah utusan-utusan (-Nya) kepada kamu
وَمَا عَلَيۡنَآ إِلَّا ٱلۡبَلَٰغُ ٱلۡمُبِينُ
(١٧)
17. wa mâ 'alainâ illal-balâghul-mubîn
Dan kewajiban kami hanyalah meyampaikan (perintah Allah) dengan jelas
قَالُوٓاْ إِنَّا تَطَيَّرۡنَا بِكُمۡۖ لَئِن لَّمۡ تَنتَهُواْ لَنَرۡجُمَنَّكُمۡ وَلَيَمَسَّنَّكُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ
(١٨)
18. qâlû innâ taṭayyarnâ bikum, la in lam tantahû lanarjumannakum wa layamassannakum minnâ 'ażâbun alîm
Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami rajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami
قَالُواْ طَـٰٓئِرُكُم مَّعَكُمۡ أَئِن ذُكِّرۡتُمۚ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٞ مُّسۡرِفُونَ
(١٩)
19. qâlû ṭâ'irukum ma'akum, a in żukkirtum bal antum qawmum musrifûn
Mereka (utusan-utusan) itu berkata, "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas
وَجَآءَ مِنۡ أَقۡصَا ٱلۡمَدِينَةِ رَجُلٞ يَسۡعَىٰ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱتَّبِعُواْ ٱلۡمُرۡسَلِينَ
(٢٠)
20. wa jâ'a min aqṣal-madînati rajuluny-yas'â qâla yâ qawmit-tabi'ul-mursalîn
(Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki718) dengan bergegas dia berkata, "Wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu
ٱتَّبِعُواْ مَن لَّا يَسۡـَٔلُكُمۡ أَجۡرٗا وَهُم مُّهۡتَدُونَ
(٢١)
21. ittabi'û malâ yas'alukum ajranw-wa hum muhtadûn
Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk
وَمَالِيَ لَآ أَعۡبُدُ ٱلَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ
(٢٢)
22. wa mâ liya lâ a'budul-ladzî faṭaranî wa ilaihi turja'ûn
Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyembah (Allah) yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan
ءَأَتَّخِذُ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةً إِن يُرِدۡنِ ٱلرَّحۡمَٰنُ بِضُرّٖ لَّا تُغۡنِ عَنِّي شَفَٰعَتُهُمۡ شَيۡـٔٗا وَلَا يُنقِذُونِ
(٢٣)
23. a attakhidzu min dûnihi âlihatan in yuridnir-raḥmânu bidlur-ril lâ tughni 'annî syafâ'atuhum syai'an wa lâ yunqidzûn
Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku
إِنِّيٓ إِذٗا لَّفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ
(٢٤)
24. innî iżan lafî ḍalâlim mubîn
Sesungguhnya jika aku (berbuat) begitu, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata
إِنِّيٓ ءَامَنتُ بِرَبِّكُمۡ فَٱسۡمَعُونِ
(٢٥)
25. innî âmantu birabbikum fasma'ûn
Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku
قِيلَ ٱدۡخُلِ ٱلۡجَنَّةَۖ قَالَ يَٰلَيۡتَ قَوۡمِي يَعۡلَمُونَ
(٢٦)
26. qîladkhulil-jannata qâla yâ lait qawmi ya'lamûn
Dikatakan (kepadanya), "Masuklah ke surga."719) Dia (laki-laki itu) berkata, "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui
بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ ٱلۡمُكۡرَمِينَ
(٢٧)
27. bimâ ghafara lī rabbī wa ja'alanî minal-mukramīn
apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang telah dimuliakan
۞وَمَآ أَنزَلۡنَا عَلَىٰ قَوۡمِهِۦ مِنۢ بَعۡدِهِۦ مِن جُندٖ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا كُنَّا مُنزِلِينَ
(٢٨)
28. wa mâ anzalnâ 'alâ qawmihim mim ba'dihim min jundim minas-samâ'i wa mâ kunnâ munzilîn
Dan setelah dia (meninggal), Kami tidak menurunkan suatu pasukan pun dari langit kepada kaumnya, dan Kami tidak perlu menurunkannya
إِن كَانَتۡ إِلَّا صَيۡحَةٗ وَٰحِدَةٗ فَإِذَا هُمۡ خَٰمِدُونَ
(٢٩)
29. in kânat illâ shaiḥatan wâḥidatan fa iżâ hum khâmidûn
Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka mati
يَٰحَسۡرَةً عَلَى ٱلۡعِبَادِۚ مَا يَأۡتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ
(٣٠)
30. yâ ḥasratan 'alal-'ibâd, mâ ya'tîhim mir-rasûli illâ kânû bihî yastahzi'ûn
Alangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang rasul kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya
أَلَمۡ يَرَوۡاْ كَمۡ أَهۡلَكۡنَا قَبۡلَهُم مِّنَ ٱلۡقُرُونِ أَنَّهُمۡ إِلَيۡهِمۡ لَا يَرۡجِعُونَ
(٣١)
31. a lam yarau kam ahlaknâ qablahum minal-qurûni annahum ilaihim lâ yarji'ûn
Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan. Orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tidak ada yang kembali kepada mereka
وَإِن كُلّٞ لَّمَّا جَمِيعٞ لَّدَيۡنَا مُحۡضَرُونَ
(٣٢)
32. wa in kullul-lammâ jamî'ul ladainâ muḥḍarûn
Dan setiap (umat), semuanya akan dihadapkan kepada Kami
وَءَايَةٞ لَّهُمُ ٱلۡأَرۡضُ ٱلۡمَيۡتَةُ أَحۡيَيۡنَٰهَا وَأَخۡرَجۡنَا مِنۡهَا حَبّٗا فَمِنۡهُ يَأۡكُلُونَ
(٣٣)
33. wa âyatul lahumul-ardlul-maîtatu aḥyainâhâ wa akhraj-nâ minhâ ḥabban fa min-hu ya’kulûn
Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan
وَجَعَلۡنَا فِيهَا جَنَّـٰتٖ مِّن نَّخِيلٖ وَأَعۡنَٰبٖ وَفَجَّرۡنَا فِيهَا مِنَ ٱلۡعُيُونِ
(٣٤)
34. wa ja‘alnâ fîhâ jannâtim min nakhîlin wa a‘inâb, wa fajjarnâ fîhâ minal-‘uyûn
Dan Kami jadikan padanya di bumi itu kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air
لِيَأۡكُلُواْ مِن ثَمَرِهِۦ وَمَا عَمِلَتۡهُ أَيۡدِيهِمۡۚ أَفَلَا يَشۡكُرُونَ
(٣٥)
35. li ya’kulû min tsamarihi wa mâ ‘amilathu aidîhim, afalâ yasykurûn
agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Maka mengapa mereka tidak bersyukur
سُبۡحَٰنَ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡأَزۡوَٰجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلۡأَرۡضُ وَمِنۡ أَنفُسِهِمۡ وَمِمَّا لَا يَعۡلَمُونَ
(٣٦)
36. subḥânal-ladzî khalaqal-azwâja kullahâ mimmâ tumbitul-ardlu wa min anfusihim wa mim mâ lâ ya‘lamûn
Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui
وَءَايَةٞ لَّهُمُ ٱلَّيۡلُ نَسۡلَخُ مِنۡهُ ٱلنَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظۡلِمُونَ
(٣٧)
37. wa âyatul lahumul-lailu naslakhu min-hun-nahâra fa idzâ hum muẓlimûn
Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan
وَٱلشَّمۡسُ تَجۡرِي لِمُسۡتَقَرّٖ لَّهَاۚ ذَٰلِكَ تَقۡدِيرُ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡعَلِيمِ
(٣٨)
38. wasy-syamsu tajrî limustaqarril-lahâ, dzâlika taqdîrul-‘azîzil-‘alîm
dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui
وَٱلۡقَمَرَ قَدَّرۡنَٰهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَٱلۡعُرۡجُونِ ٱلۡقَدِيمِ
(٣٩)
39. wal-qamara qaddarnâhu manâzila ḥattâ ‘âda kal-‘urjûnil-qadîm
Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua
لَا ٱلشَّمۡسُ يَنۢبَغِي لَهَآ أَن تُدۡرِكَ ٱلۡقَمَرَ وَلَا ٱلَّيۡلُ سَابِقُ ٱلنَّهَارِۚ وَكُلّٞ فِي فَلَكٖ يَسۡبَحُونَ
(٤٠)
40. lâsy-syamsu yanbaghî lahâ an tudrikal-qamara wa lal-lailu sâbiqun-nahâr, wa kullun fî falakin yasbaḥûn
Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya
وَءَايَةٞ لَّهُمۡ أَنَّا حَمَلۡنَا ذُرِّيَّتَهُمۡ فِي ٱلۡفُلۡكِ ٱلۡمَشۡحُونِ
(٤١)
41. wa âyatul lahum annâ ḥamalnâ dzurriyyatahum fil-fulkil-masḥûn
Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan
وَخَلَقۡنَا لَهُم مِّن مِّثۡلِهِۦ مَا يَرۡكَبُونَ
(٤٢)
42. wa khalaqnâ lahum mim mitslihi mâ yarkabûn
dan Kami ciptakan (juga) untuk mereka (angkutan lain) seperti apa yang mereka kendarai
وَإِن نَّشَأۡ نُغۡرِقۡهُمۡ فَلَا صَرِيخَ لَهُمۡ وَلَا هُمۡ يُنقَذُونَ
(٤٣)
43. wa in nasyâ' nugriq-hum fa lâ sharîkha lahum wa lâ hum yunqadzûn
Dan jika Kami menghendaki, Kami tenggelamkan mereka. Maka tidak ada penolong bagi mereka dan tidak (pula) mereka diselamatkan
إِلَّا رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَمَتَٰعًا إِلَىٰ حِينٖ
(٤٤)
44. illâ raḥmatan minnâ wa matâ‘an ilâ ḥîn
melainkan (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai waktu tertentu
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱتَّقُواْ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيكُمۡ وَمَا خَلۡفَكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ
(٤٥)
45. wa iżâ qîla lahumuttaqû mâ baina aidîkum wa mâ khalfakum la‘allakum turḥamûn
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Takutlah kamu akan siksa yang dihadapanmu (di dunia) dan azab yang akan datang (akhirat) agar kamu mendapat rahmat
وَمَا تَأۡتِيهِم مِّنۡ ءَايَةٖ مِّنۡ ءَايَٰتِ رَبِّهِمۡ إِلَّا كَانُواْ عَنۡهَا مُعۡرِضِينَ
(٤٦)
46. wa mâ ta’tîhim min âyatim min âyâti rabbihim illâ kânû ‘anhâ mu‘riḍîn
Dan setiap kali suatu tanda dari tanda-tanda (kebesaran) Tuhan datang kepada mereka, mereka selalu berpaling darinya
وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ أَنفِقُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَنُطۡعِمُ مَن لَّوۡ يَشَآءُ ٱللَّهُ أَطۡعَمَهُۥٓ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ
(٤٧)
47. wa iżâ qîla lahum anfiqû mim mâ razaqakumullâhu qâlal-ladzîna kafarû lilladzîna âmanû anuṭ‘imu mal lau yasyâ'ullâhu aṭ‘amah, in antum illâ fî dlalâlim mubîn
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadamu," orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman, "Apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki Dia akan memberinya makan? Kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلۡوَعۡدُ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ
(٤٨)
48. wa yaqûlûna matâ hâdzal-wa‘du in kuntum shâdiqîn
Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, "Kapan janji (hari berbangkit) itu (terjadi) jika kamu orang-orang yang benar
مَا يَنظُرُونَ إِلَّا صَيۡحَةٗ وَٰحِدَةٗ تَأۡخُذُهُمۡ وَهُمۡ يَخِصِّمُونَ
(٤٩)
49. mâ yanẓurûna illâ shaiḥatan wâḥidatan ta'khudzuhum wa hum yakhiṣṣimûn
(Mereka hanya menunggu satu teriakan,723) yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar
فَلَا يَسۡتَطِيعُونَ تَوۡصِيَةٗ وَلَآ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِمۡ يَرۡجِعُونَ
(٥٠)
50. fa lâ yastaṭî‘ûna tawṣiyatan wa lâ ilâ ahlihim yarji‘ûn
Sehingga mereka tidak mampu membuat suatu wasiat dan mereka (juga) tidak dapat kembali kepada keluarganya
وَنُفِخَ فِي ٱلصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ ٱلۡأَجۡدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ يَنسِلُونَ
(٥١)
51. wa nufikha fîṣ-ṣûri fa iżâ hum minal-ajdâtsi ilâ rabbihim yansilûn
(Lalu ditiuplah sangkakala,724) maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya
قَالُواْ يَٰوَيۡلَنَا مَنۢ بَعَثَنَا مِن مَّرۡقَدِنَاۜۗ هَٰذَا مَا وَعَدَ ٱلرَّحۡمَٰنُ وَصَدَقَ ٱلۡمُرۡسَلُونَ
(٥٢)
52. qâlû yâ wailanâ man ba‘atsanâ mim marqadinâ, hâdzâ mâ wa‘adar-raḥmânu wa ṣadaqal-mursalûn
Mereka berkata, "Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasul(-Nya)
إِن كَانَتۡ إِلَّا صَيۡحَةٗ وَٰحِدَةٗ فَإِذَا هُمۡ جَمِيعٞ لَّدَيۡنَا مُحۡضَرُونَ
(٥٣)
53. ing kânat illâ shaiḥatan wâḥidatan fa iżâ hum jamî‘ul ladainâ muḥḍarûn
Teriakan itu hanya sekali saja, maka seketika itu mereka semua dihadapkan kepada Kami (untuk dihisab)
فَٱلۡيَوۡمَ لَا تُظۡلَمُ نَفۡسٞ شَيۡـٔٗا وَلَا تُجۡزَوۡنَ إِلَّا مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ
(٥٤)
54. fa lyawma lâ tuẓlamu nafsun syai'an wa lâ tujzawna illâ mâ kuntum ta‘malûn
Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak akan diberi balasan, kecuali sesuai dengan apa yang telah kamu kerjakan
إِنَّ أَصۡحَٰبَ ٱلۡجَنَّةِ ٱلۡيَوۡمَ فِي شُغُلٖ فَٰكِهُونَ
(٥٥)
55. inna aṣḥâbal-jannatil-yauma fî syughulin fâkihûn
Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka)
هُمۡ وَأَزۡوَٰجُهُمۡ فِي ظِلَٰلٍ عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ مُتَّكِـُٔونَ
(٥٦)
56. hum wa azwâjuhum fî ẓilâlin ‘alal-arâ'iki muttaki'ûn
Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan
لَهُمۡ فِيهَا فَٰكِهَةٞ وَلَهُم مَّا يَدَّعُونَ
(٥٧)
57. lahum fîhâ fâkihatun wa lahum mâ yadda‘ûn
Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan
سَلَٰمٞ قَوۡلٗا مِّن رَّبّٖ رَّحِيمٖ
(٥٨)
58. salâmun qaulan min rabbir-raḥîm
(Kepada mereka dikatakan), "Salām," sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang
وَٱمۡتَٰزُواْ ٱلۡيَوۡمَ أَيُّهَا ٱلۡمُجۡرِمُونَ
(٥٩)
59. wam-tâzûl-yauma ayyuhal-mujrimûn
Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai orang-orang yang berdosa
۞أَلَمۡ أَعۡهَدۡ إِلَيۡكُمۡ يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ أَن لَّا تَعۡبُدُواْ ٱلشَّيۡطَٰنَۖ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٞ
(٦٠)
60. a lam a‘had ilaikum yâ banî âdama allâ ta‘budûsy-syayṭhâna, innahû lakum ‘aduwwum mubîn
Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu
وَأَنِ ٱعۡبُدُونِيۚ هَٰذَا صِرَٰطٞ مُّسۡتَقِيمٞ
(٦١)
61. wa ani‘budûnî, hâdzâ shirâṭhum mustaqîm
dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus
وَلَقَدۡ أَضَلَّ مِنكُمۡ جِبِلّٗا كَثِيرًاۖ أَفَلَمۡ تَكُونُواْ تَعۡقِلُونَ
(٦٢)
62. wa laqad aḍalla minkum jibillan katsîrâ, a fa lam takûnû ta‘qilûn
Dan sungguh, ia (setan itu) telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti
هَٰذِهِۦ جَهَنَّمُ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ
(٦٣)
63. hâdzihî jahannamul-latî kuntum tù‘adûn
Inilah (neraka) Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu
ٱصۡلَوۡهَا ٱلۡيَوۡمَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡفُرُونَ
(٦٤)
64. iṣlauhal-yauma bimâ kuntum takfurûn
Masuklah ke dalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya
ٱلۡيَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلَىٰٓ أَفۡوَٰهِهِمۡ وَتُكَلِّمُنَآ أَيۡدِيهِمۡ وَتَشۡهَدُ أَرۡجُلُهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ
(٦٥)
65. lyawma nakhtimu ‘alâ afwâhihim wa tukallimunâ aidîhim wa tasyhadu arjuluhum bimâ kânû yaksibûn
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan
وَلَوۡ نَشَآءُ لَطَمَسۡنَا عَلَىٰٓ أَعۡيُنِهِمۡ فَٱسۡتَبَقُواْ ٱلصِّرَٰطَ فَأَنَّىٰ يُبۡصِرُونَ
(٦٦)
66. wa law nasyâ' laṭamasnâ ‘alâ a‘yunihim fastabaqûṣ-ṣirâṭha fa annâ yubṣirûn
Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat
وَلَوۡ نَشَآءُ لَمَسَخۡنَٰهُمۡ عَلَىٰ مَكَانَتِهِمۡ فَمَا ٱسۡتَطَٰعُواْ مُضِيّٗا وَلَا يَرۡجِعُونَ
(٦٧)
67. wa law nasyâ' lamasakhnâhum ‘alâ makânatihim fa mâ staṭâ‘û muḍiyyan wa lâ yarji‘ûn
Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami ubah bentuk mereka di tempat mereka berada; sehingga mereka tidak sanggup berjalan lagi dan juga tidak sanggup kembali
وَمَن نُّعَمِّرۡهُ نُنَكِّسۡهُ فِي ٱلۡخَلۡقِۚ أَفَلَا يَعۡقِلُونَ
(٦٨)
68. wa man nu‘ammirhu nunakkis-hu fil-khalq, a fa lâ ya‘qilûn
Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya).725) Maka mengapa mereka tidak mengerti
وَمَا عَلَّمۡنَٰهُ ٱلشِّعۡرَ وَمَا يَنۢبَغِي لَهُۥٓۚ إِنۡ هُوَ إِلَّا ذِكۡرٞ وَقُرۡءَانٞ مُّبِينٞ
(٦٩)
69. wa mâ ‘allamnâhusy-syi‘ra wa mâ yanbaghî lah, in huwa illâ żikruw-wa qur’ânum mubîn
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Alquran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Kitab yang jelas
لِّيُنذِرَ مَن كَانَ حَيّٗا وَيَحِقَّ ٱلۡقَوۡلُ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ
(٧٠)
70. li yundzira man kâna ḥayyaw-wa yaḥiqqal-qaulu ‘alal-kâfirīn
agar dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar pasti ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir
أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّا خَلَقۡنَا لَهُم مِّمَّا عَمِلَتۡ أَيۡدِينَآ أَنۡعَٰمٗا فَهُمۡ لَهَا مَٰلِكُونَ
(٧١)
71. a wa lam yarau annâ khalaqnâ lahum mimmâ ‘amilat aidîna an‘âman fa hum lahâ mâlikûn
Dan tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah meciptakan hewan ternak untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami, lalu mereka menguasainya
وَذَلَّلۡنَٰهَا لَهُمۡ فَمِنۡهَا رَكُوبُهُمۡ وَمِنۡهَا يَأۡكُلُونَ
(٧٢)
72. wa dzallalnâhâ lahum fa min-hâ rakûbuhum wa min-hâ ya’kulûn
Dan Kami menundukkannya (hewan-hewan itu) untuk mereka; lalu sebagiannya untuk menjadi tunggangan mereka dan sebagian untuk mereka makan
وَلَهُمۡ فِيهَا مَنَٰفِعُ وَمَشَارِبُۚ أَفَلَا يَشۡكُرُونَ
(٧٣)
73. wa lahum fîhâ manâfi‘u wa masyârib, a fa lâ yasykurûn
Dan mereka memperoleh berbagai manfaat dan minuman darinya. Maka mengapa mereka tidak bersyukur
وَٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ ءَالِهَةٗ لَّعَلَّهُمۡ يُنصَرُونَ
(٧٤)
74. wattakhadzû min dûnillâhi âlihatal la‘allahum yunṣarûn
Dan mereka mengangkat sesembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan
لَا يَسۡتَطِيعُونَ نَصۡرَهُمۡ وَهُمۡ لَهُمۡ جُندٞ مُّحۡضَرُونَ
(٧٥)
75. lâ yastaṭî‘ûna nashrahum wa hum lahum jundum muḥḍarûn
Mereka (sesembahan) itu tidak dapat menolong mereka; padahal mereka itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga (sesembahan) itu
فَلَا يَحۡزُنكَ قَوۡلُهُمۡۘ إِنَّا نَعۡلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعۡلِنُونَ
(٧٦)
76. fa lâ yaḥzunka qawluhum, innâ na‘lamu mâ yusirrûna wa mâ yu‘linûn
Maka jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Muhammad) bersedih hati. Sungguhnya, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka tampakkan
أَوَلَمۡ يَرَ ٱلۡإِنسَٰنُ أَنَّا خَلَقۡنَٰهُ مِن نُّطۡفَةٖ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٞ مُّبِينٞ
(٧٧)
77. a wa lam yaral-insânu annâ khalaqnâhu min nuthfatin fa iżâ huwa khaṣîmum mubîn
Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata
وَضَرَبَ لَنَا مَثَلٗا وَنَسِيَ خَلۡقَهُۥۖ قَالَ مَن يُحۡيِ ٱلۡعِظَٰمَ وَهِيَ رَمِيمٞ
(٧٨)
78. wa ḍaraba lanâ matsalanw-wa nasiya khalqah, qâla may yuḥyil-‘iẓâma wa hiya ramîm
Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh
قُلۡ يُحۡيِيهَا ٱلَّذِيٓ أَنشَأَهَآ أَوَّلَ مَرَّةٖۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلۡقٍ عَلِيمٌ
(٧٩)
79. qul yuḥyîhâl-ladzî ansya’ahâ awwala marratinw-wa huwa bikulli khalqin ‘alîm
Katakanlah (Muhammad), "Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk
ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُم مِّنَ ٱلشَّجَرِ ٱلۡأَخۡضَرِ نَارٗا فَإِذَآ أَنتُم مِّنۡهُ تُوقِدُونَ
(٨٠)
80. alladzî ja‘ala lakum minas-syajaril-akhdhari nâran fa iżâ antum min-hu tûqidûn
yaitu (Allah) yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau, maka seketika itu kamu nyalakan (api) dari kayu itu
أَوَلَيۡسَ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ بِقَٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يَخۡلُقَ مِثۡلَهُمۚ بَلَىٰ وَهُوَ ٱلۡخَلَّـٰقُ ٱلۡعَلِيمُ
(٨١)
81. a wa laisal-ladzî khalaqas-samâwâti wal-arḍa biqâdirin ‘alâ ay yakhluqa mitslahum, balâ wa huwal-khallâqul-‘alîm
Dan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur)? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui
إِنَّمَآ أَمۡرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيۡـًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ
(٨٢)
82. innamâ amruhû iżâ arâda syai’an ay yaqûla lahû kun fa yakûn
Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu
فَسُبۡحَٰنَ ٱلَّذِي بِيَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيۡءٖ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ
(٨٣)
83. fa subḥânal-ladzî biyadihî malakûtu kulli syai’inw-wa ilaihi turja‘ûn
Maka Mahasuci (Allah) yang ditangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan